Ramai soal Pilpres 2029, Pengamat Sebut PDIP Bisa Mainkan ‘Kartu Truf’ Megawati
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com – Wacana pencapresan pada Pilpres 2029 mulai menghangat dan menjadi perbincangan pada banyak kalangan.
Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai Megawati Soekarnoputri masih layak diperhitungkan oleh PDI Perjuangan untuk didorong pada Pilpres 2029.
Menurut Hensa, sapaan akrabnya, skenario itu justru bisa mengejutkan publik di tengah sorotan yang selama ini lebih banyak mengarah ke nama lain seperti Pramono Anung.
“Akan jadi mengejutkan bila nanti tiba-tiba PDI Perjuangan mencalonkan Megawati Soekarnoputri, mungkin saja ia dicalonkan karena faktor perhelatan panggung terakhir Megawati," kata Hensa kepada wartawan, Senin (16/2/2026).
Ia menegaskan, posisi Megawati bukan sekadar simbol partai, melainkan figur yang masih punya daya tarik politik kuat.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menilai, pencalonan Megawati bisa memberi efek ekor jas besar dan mengubah dinamika kontestasi jika berhadapan dengan Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.
“Karena Prabowo akhirnya juga punya lawan, dan selama ini hubungan mereka juga baik walaupun terkesan Megawati oposisi, tapi coattail effect buat PDI Perjuangan-nya itu besar banget," ujarnya.
Hensa menyebut, dari sisi internal, Megawati masih menjadi magnet utama bagi kader dan simpatisan.
“Kalau buat simpatisan, kader, pendukung PDI Perjuangan, Megawati ini gede banget dukungannya. Jadi kalau dia maju pasti coattail effect PDI Perjuangannya juga naik,” kata Hensa.
Namun, ia mengakui peluang kemenangan tidak mudah jika harus melawan Prabowo sebagai petahana.
"Memang kalau lawan Pak Prabowo ini, memang sulit dikalahkan karena dia petahana dan sejauh ini belum ada petahana yang kalah dalam Pemilu kita sejak 2004," kata Hensa.
Meski begitu, ia menekankan pertarungan legislatif menjadi kunci. Menurutnya, tanpa Megawati, PDIP berisiko kalah dari Partai Gerindra di Pileg 2029.
"Tapi untuk coattail effect PDI Perjuangan, harus Megawati Soekarnoputri. Karena kalau enggak Bu Mega, ini bisa jadi kalah sama Gerindra nanti, putus rekor mereka di Pileg yang sudah hattrick," tegasnya.
Hensa bahkan memprediksi Gerindra bisa menembus 35 persen suara jika mesin partainya digencarkan.
“Saya menduga Gerindra akan genjot kenceng pileg ini, angka sekitar 35% di 2029 itu menurut saya enggak mustahil buat ditembus oleh Gerindra," kata Hensa.
"Maka supaya tetap berada di tataran elit, PDI Perjuangan harus mengeluarkan kartu truf yaitu Megawati Soekarnoputri,” ujarnya.
Ia juga menyinggung risiko internal bila PDIP mengusung nama lain seperti Puan Maharani atau Ganjar Pranowo.
Menurutnya, pencalonan figur selain Megawati bisa memantik intrik suksesi ketua umum.
“Kalau misalnya yang lain, misalnya Mas Pram, Mbak Puan, atau Mas Ganjar, itu selain intrik-intrik PDI Perjuangan karena dia berpeluang menggantikan Ibu sebagai Ketua Umum, belum tentu sesolid kalau Megawati yang maju," katanya.
Karena itu, Hensa menilai, selama masih memungkinkan, Megawati tetap menjadi “kartu” terkuat PDIP untuk 2029.
“Karena mungkin setelah itu dia mau pensiun sebagai Ketua Umum, makan kemudian PDI Perjuangan bisa jadi akan mengajukan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden di 2029, dan enggak rugi juga buat PDI Perjuangan," ujarnya. (rpi/dpi)
Load more