News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Simak Cara Kilat Aktifkan Kembali PBI BPJS Kesehatan yang Dinonaktifkan

Bagi masyarakat peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) atau PBI BPJS Kesehatan yang statusnya dinonaktifkan, tidak perlu risau. 
Jumat, 13 Februari 2026 - 20:22 WIB
Ilustrasi: Petugas melayani warga untuk reaktivasi BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran Kesehatan Nasional (PBI JKN) di Kantor Dinas Sosial Kota Bekasi, Jumat (13/2).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Bagi masyarakat peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) atau PBI BPJS Kesehatan yang mendapati status kepesertaannya nonaktif per Januari 2026, kini tidak perlu risau. 

BPJS Kesehatan telah menyiapkan mekanisme reaktivasi khusus agar masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan medis saat kondisi mendesak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menjelaskan bahwa kemudahan reaktivasi ini diperuntukkan bagi kategori tertentu, yakni warga tidak mampu, penderita penyakit kronis, atau mereka yang berada dalam kondisi darurat medis.

Prosedurnya cukup sederhana; peserta hanya perlu meminta surat keterangan kebutuhan layanan kesehatan dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan tempat mereka dirawat. Surat tersebut kemudian dibawa ke Dinas Sosial setempat untuk memproses pengaktifan kembali status kepesertaan.

"Skema ini dirancang agar peserta yang benar-benar membutuhkan mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan," ujar Rizzky di Jakarta, Jumat (13/2).

Selain itu, BPJS Kesehatan bersama Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengaktifkan kembali sekitar 102,9 ribu peserta PBI JKN yang memiliki riwayat penyakit berbiaya besar atau katastropik.

Bagi mereka yang statusnya nonaktif namun memiliki kemampuan ekonomi, Rizzky menyarankan untuk beralih ke segmen mandiri (PBPU) atau menjadi peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) jika sudah bekerja.

"Peserta PBI JK yang statusnya tidak aktif, terdapat beberapa opsi yang dapat ditempuh sesuai kondisi masing-masing. Peserta yang memiliki kemampuan finansial lebih, dapat beralih menjadi peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau biasa dikenal peserta mandiri dengan memilih kelas perawatan sesuai kemampuan," ucapnya.

BPJS Kesehatan mencatat masih banyak warga yang baru menyadari kartunya tidak aktif saat sudah berada di fasilitas kesehatan. 

Untuk menghindari hal tersebut, masyarakat diimbau aktif mengecek status kepesertaan melalui berbagai kanal digital seperti WhatsApp (PANDAWA) di 08118165165, Aplikasi Mobile JKN, atau laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.

Urgensi menjaga status BPJS tetap aktif terlihat dari tren pemanfaatan layanan yang terus meroket. Pada tahun 2025, tercatat ada 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan.

"Jika dirata-rata, pemanfaatan layanan JKN pada tahun 2025 mencapai sekitar 1,9 juta pemanfaatan per hari. Tren ini menunjukkan bahwa Program JKN semakin menjadi kebutuhan dasar masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, sekaligus menegaskan pentingnya memastikan status kepesertaan tetap aktif agar peserta tidak terhambat saat membutuhkan pelayanan," ujar Rizzky.

Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat JKN adalah Bayu Prasetyo, pasien gagal ginjal asal Yogyakarta. Sejak 2023, ia rutin menjalani cuci darah (hemodialisa) tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.

Ia menghitung, tanpa BPJS, keluarganya harus menanggung beban biaya yang sangat berat setiap bulannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau dipikir-pikir, biaya cuci darah ini cukup besar, satu kali cuci darah biayanya bisa lebih dari satu juta rupiah, kalau dalam sebulan bisa mencapai hampir 10 juta rupiah. Dengan terdaftar sebagai peserta JKN, semua gratis,” kata Bayu.

Bayu pun mengajak masyarakat untuk segera memastikan kartu JKN mereka selalu aktif, karena risiko sakit bisa datang kapan saja tanpa peringatan. (ant/dpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Jakarta LavAni meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Final Four Proliga 2026 atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-17).
Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral