KSAD Bocorkan Opsi Kirim 5.000–8.000 Personel ke Perdamaian Gaza, Fokus Medis dan Rekonstruksi
- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkapkan, persiapan pasukan yang akan terlibat dalam misi perdamaian di Jalur Gaza telah berjalan meski keputusan final masih berada di tingkat Mabes TNI dan hasil koordinasi internasional.
Pernyataan itu disampaikan Maruli usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI–Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, pengiriman pasukan tidak bisa diputuskan sepihak oleh Angkatan Darat. Prosesnya berjenjang, dimulai dari pihak yang mengoordinasikan misi di Gaza, lalu ke Mabes TNI, dan kemudian diteruskan ke Mabes AD untuk menentukan jenis personel yang dibutuhkan.
“Ya, itu kan masih terus berjalan ya. Jadi kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengkoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI. Mabes TNI nanti ke Mabes AD memerlukan pasukan personel yang berkarakter apa. Ini kami siapkan. Ya, begitu,” ujar Maruli, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).
Meski belum ada kepastian, TNI AD telah memulai pelatihan internal bagi prajurit yang berpotensi diterjunkan. Fokus kemampuan diarahkan pada operasi kemanusiaan, bukan tempur langsung.
“Sudah, sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan kan kita nanti jadi perdamaian. Jadi berarti zeni, kesehatan, yang sering, seperti itu kami siapkan,” jelasnya.
Maruli bahkan menyebut angka perkiraan kekuatan yang disiapkan cukup besar, setara satu brigade. Namun ia menegaskan, jumlah tersebut masih sebatas kemungkinan karena proses negosiasi internasional belum rampung.
“Ya, bisa satu brigade, 5.000–8.000 mungkin. Tapi masih bernego semua, belum, belum pasti. Jadi enggak ada, belum ada kepastian angka sampai sekarang,” kata Maruli.
Ia menekankan, peran TNI AD saat ini hanya memastikan kesiapan pasukan sesuai kebutuhan. Sementara keputusan penugasan, waktu keberangkatan, hingga kepastian lokasi berada di otoritas komando yang lebih tinggi.
“Kalau kami hanya penyiapan pasukannya saja,” tegasnya.
Dengan demikian, Indonesia berpotensi mengirim kontingen besar untuk operasi perdamaian di Gaza, dengan prioritas tenaga kesehatan dan satuan zeni yang berperan dalam bantuan kemanusiaan serta rekonstruksi wilayah konflik, menunggu mandat resmi pemerintah dan Mabes TNI. (agr)
Load more