Kronologi Oknum TNI Diduga Aniaya Pengemudi Ojol di Jakbar, Polisi Ngaku Kesulitan Tangani Kasus karena Pelaku Anggota Militer
- Antara
"Saya bilang, 'Bapak ngapain marah-marah? Saya kan cuma nanya alamat'. Terus malah dia bilang, 'Monyet kamu ya! Sini kamu kalau berani!" ujar dia.
Sebenarnya Hasan merasa enggan mengantar Nur ke lokasi tujuannya setelah menerima makian tak terduga itu. Akan tetapi, karena kasihan ia pun tetap mengantarkan perempuan tersebut.
Sebab, kata dia, penumpangnya adalah seorang ibu-ibu sendirian yang pergi pada malam hari tanpa tahu jalan.
Di lokasi, anak pelaku menunggu di depan rumah. Ia merasa marah karena menilai Hasan telah berkata kasar kepada ayahnya.
"Anaknya sudah berdiri di depan rumah dengan nada kayak nantangin gitu, bilang kalau saya enggak sopan ke bapaknya. Padahal, mah saya cuma nanya alamat, bapaknya dia yang ngomel-ngomel," tutur Hasan.
Keduanya pun cekcok mulut hingga anak pelaku menendang motor pengemudi ojol tersebut. Mereka berdua pun semakin ribut hingga saling memukul.
Tiba-tiba, sang ayah atau pelaku datang sambil membawa batang besi. Pelaku yang berusia 40 hingga 50 tahun itu melayangkan senjata tersebut ke arah kepala sang ojol.
"Sekali pukul pakai besi, terus warga langsung udah di situ semua. Saya luka berdarah di dahi kiri, ngucur darahnya," ujarnya menjelaskan.
Sang pengemudi ojol itu langsung melakukan visum sekaligus melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Kembangan.
Hasan lalu dipanggil lagi pada Sabtu (7/2/2026). Pihak kepolisian mengatakan, ia harus melapor ke Pomdam karena pelaku adalah anggota militer.
"Di situ kepolisian bilang, 'harus ke Pomdam' (Polisi Militer Kodam)," kata Hasan.
Merasa kasusnya tak akan selesai, dirinya pun membagikan kasus ini ke media sosial berharap supaya viral. Akhirnya, harapannya terwujud dan ia kembali dipanggil oleh Polsek Kembangan. (ant/iwh)
Load more