Peringatan Keras Kejagung Imbas Penipuan Pendaftaran CPNS Kejaksaan Semakin Marak: Tidak Ada Ordal!
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan peringatan keras terkait penipuan pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan Republik Indonesia.
Melalui Biro Kepegawaian, Kejagung mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan. Hal ini menyusul isu pembukaan pendaftaran CPNS 2026 di lingkungan Kejaksaan RI kian marak.
Imbauan dari Kejagung tidak lepas lantaran banyak oknum penipu atau calo mengatasnamakan seleksi rekrutmen CPNS untuk wilayah Kejaksaan RI.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna menegaskan, pihaknya akan terbuka dalam seluruh tahapan seleksi CPNS khususnya di lingkungan Kejaksaan.
"Proses rekrutmen CPNS Kejaksaan RI tidak dipungut biaya," ujar Anang dalam keterangan resminya diterima, Jumat (6/2/2026).
Kejaksaan Tidak Menjamin Kelulusan Seleksi CPNS

- Dok. menpan.go.id
Anang menjelaskan, Kejaksaan RI akan melaksanakan seluruh tahapan seleksi CPNS secara objektif. Pihaknya menepis adanya isu menggunakan jalur orang dalam (ordal).
Kejaksaan juga akan bersikap transparan. Pihaknya sangat menghargai hasil jerih payah dan usaha para peserta yang mengikuti seleksi CPNS nanti.
Anang kembali menegaskan, sekalipun ditemukan adanya indikasi ordal, pihaknya tidak akan menjamin kelulusan dari seleksi CPNS.
"Tidak ada jalur khusus, tidak ada orang dalam, dan tidak ada pihak yang bisa menjamin kelulusan!," jelasnya.
2 Poin dari Kejagung Sikapi Seleksi CPNS
Informasi hoaks pembukaan pendaftaran seleksi CPNS 2026 bermula dari unggahan akun TikTok @infocpnskejaksaan. Dalam video itu, akun tersebut menuliskan pendaftaran CPNS Kejaksaan telah dibuka.
Melalui unggahan tersebut, pembukaan pendaftaran CPNS Kejaksaan telah berlangsung dari 30 Januari hingga 27 Februari.
"Info pendaftaran silahkan klik link pendaftaran di bio kami," tulis akun @infocpnskejaksaan dikutip tvOnenews.com, Jumat, 6 Februari 2026.
Terkait hal ini, Kejagung memberikan dua poin utama kepada masyarakat untuk menyikapi oknum penipuan atau calo.
Pertama, masyarakat wajib waspada terhadap para oknum memanfaatkan seleksi CPNS. Masyarakat diminta tidak langsung percaya, apalagi kepada pihak yang mengaku punya koneksi ordal dari Kejaksaan.
Selain itu, banyak sekali oknum penipuan atau calo memberikan tawaran berupa bantuan agar mudah lulus. Dengan cara tersebut, mereka meminta imbalan uang atau bentuk lain guna membalas jasanya.
Poin kedua, Kejagung mengingatkan seluruh informasi khususnya mengenai CPNS hanya lewat saluran resmi Kejaksaan RI. Kejagung meminta masyarakat jangan mengakses kabar terbaru rekrutmen yang mengandung disinformasi atau hoaks.
Adapun saluran yang dapat diakses secara resmi melalui website rekrutmen Kejaksaan RI (https://rekrutmen.kejaksaan.go.id) dan Instagram resmi Biro Kepegawaian @biropegkejaksaan.
"Kami meminta masyarakat untuk mandiri dan percaya pada kemampuan diri sendiri," pesannya.
Anang meyakini para peserta berlomba-lomba ingin lulus seleksi CPNS. Hal itu tidak lepas dari proses upaya peningkatan kemampuan masing-masing.
"Jadilah insan Adhyaksa hanya dapat diraih melalui jalur prestasi, kompetensi, dan hasil seleksi yang murni seesuai standar yang telah ditetapkan," terangnya.
Lebih lanjut, Anang mewakili Kejagung meminta masyarakat memberantas informasi terindikasi penipuan atau hoaks yang mengatasnamakan rekrutmen CPNS Kejaksaan.
Masyarakat dapat melaporkan konten-konten penipuan atau hoaks lewat Contact Center Halo Jaksa di nomor 150227. Laporan juga bisa dikirim melalui alamat email @humas.puspenkum@kejaksaan.go.id.
Kabar Terbaru Pembukaan Pendaftaran Seleksi CPNS 2026
Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menjawab banyak pertanyaan terkait desas-desus kapan pendaftaran CPNS 2026 dibuka.
Terkait waktu pembukaan pendaftaran CPNS 2026, KemenPAN-RB memberikan keterangan resmi melalui Instagram @kemenpanrb pada 27 Januari 2026.
KemenPAN-RB menegaskan, jadwal pendaftaran CPNS 2026 belum dibuka dan ditetapkan secara resmi. Pemerintah saat ini masih mengkaji dari hasil pelaksanaan CPNS tahun sebelumnya.
"Informasi viral memanfaatkan kecerdasan buatan tentang pembukaan CPNS 2026 adalah HOAKS. Hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan pengumuman resmi seputar seleksi Calon Aparatur Sipil Negara. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tautan atau unggahan tidak jelas sumbernya dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi instansi pemerintah."
"Mengenai Pengadaan CASN Tahun 2026, saat ini Pemerintah tengah melakukan evaluasi pelaksanaan pengadaan tahun sebelumnya dan sedang melakukan penghitungan untuk menentukan jumlah dan jenis formasi yang dibutuhkan sehingga tepat sasaran serta mendukung kebutuhan pencapaian organisasi dan program prioritas nasional."
(hap)
Load more