Prabowo–Albanese Bertemu di Istana, Pendidikan dan Ekonomi Jadi Poros Utama Kerja Sama RI–Australia
- Setpres
Di bidang ekonomi, hubungan bilateral bertumpu pada Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang berlaku sejak Juli 2020.
Perjanjian ini menjadi motor penggerak peningkatan perdagangan dan investasi dua arah.
Nilai perdagangan Indonesia–Australia melonjak dari 12,91 miliar dolar Australia pada 2020 menjadi 35,38 miliar dolar Australia pada akhir 2024.
Sepanjang 2024, Australia tercatat sebagai mitra dagang terbesar ke-9 Indonesia dengan nilai perdagangan dua arah mencapai 16,13 miliar dolar Australia.
Pada tahun yang sama, Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 3,13 miliar dolar Australia terhadap Australia.
Dalam periode 2024–2025, Indonesia juga menjadi mitra dagang terbesar ke-9 bagi Australia dengan nilai perdagangan sekitar 34,83 miliar dolar Australia.
Tren positif ini sejalan dengan pertumbuhan ekspor, di mana ekspor Indonesia ke Australia meningkat sekitar 14,46 persen dalam lima tahun terakhir, sementara ekspor Australia ke Indonesia tumbuh 17,42 persen pada periode yang sama.
Arus investasi turut memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Pada 2024, nilai investasi Australia di Indonesia mencapai 1,36 miliar dolar AS.
Sebaliknya, investasi Indonesia di Australia tercatat sebesar 1,42 miliar dolar AS pada tahun yang sama.
Selain perdagangan dan investasi, mobilitas masyarakat menjadi pengungkit penting.
Pada periode 2024–2025, sekitar 1,75 juta warga Australia tercatat berkunjung ke Indonesia, menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama hubungan ekonomi bilateral. (agr/nsi)
Load more