Eks Menlu Alwi Shihab Nilai Langkah Prabowo Gabung BoP Adalah Harga Mati: Komitmen Perjuangkan Palestina
- dok. Setpres
Jakarta, tvOnenews.com — Mantan Menteri Luar Negeri RI Alwi Shihab menepis keraguan publik atas keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Menurut Alwi, langkah tersebut justru menegaskan konsistensi Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi aktif dan strategis di tingkat global.
Alwi menilai keterlibatan Indonesia dalam BoP merupakan instrumen penting untuk mendorong perubahan konstelasi perdamaian di Gaza sekaligus memperkuat posisi Palestina dalam forum internasional.
Ia menegaskan, Indonesia tidak sedikit pun mengendurkan dukungan terhadap solusi dua negara sebagai fondasi penyelesaian konflik Palestina–Israel.
“Yang paling penting dalam penjelasan beliau adalah bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution. Itu, kalau istilah awamnya, adalah harga mati,” ujar Alwi usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Kamis (5/2/2026).
Diplomat senior itu menekankan, dukungan Presiden Prabowo terhadap Palestina bukan sekadar sikap normatif, melainkan bagian dari strategi diplomasi yang konsisten dan terukur.
Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam BoP sama sekali bukan bentuk kompromi atas hak-hak rakyat Palestina.
Dalam pernyataannya, Alwi juga secara terbuka menolak klaim Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyatakan tidak ada masa depan bagi solusi dua negara. Ia menegaskan pandangan tersebut tidak sejalan dengan prinsip keadilan dan hukum internasional.
“Jadi tidak perlu didengarkan Netanyahu yang mengatakan tidak akan menyetujui adanya two-state solution,” tegasnya.
Lebih lanjut, Alwi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah menegaskan posisi tegas Indonesia apabila arah BoP tidak sejalan dengan nilai dan cita-cita bangsa Indonesia. Menurutnya, keanggotaan Indonesia di forum tersebut tidak bersifat mutlak.
“Oleh Bapak Presiden tadi dikatakan, jika Board of Peace ini terlihat tidak sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia, maka dengan mudah kita bisa keluar,” ungkap Alwi.
Alwi menilai sikap tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tetap memegang kendali penuh atas arah diplomasi luar negerinya. Ia menegaskan, langkah bergabung dengan BoP merupakan pijakan awal untuk mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.
Load more