GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Atalia Bergetar Soroti Anak SD Gantung Diri di NTT, Singgung Dampak Besar Kemiskinan: Prihatin Saja Tidak Cukup!

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya menyikapi tragedi pilu anak SD, YBR (10) bunuh diri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026).
Kamis, 5 Februari 2026 - 05:02 WIB
Atalia Praratya soroti tragedi anak SD bunuh diri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT
Sumber :
  • Kolase istimewa & Tangkapan layar YouTube cxomedia

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Golkar, Atalia Praratya menyoroti tragedi anak SD, YBR (10) ditemukan gantung diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1/2026).

Atalia Praratya menyesali anak SD harus mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di sebuah dahan pohon cengkih. Ia pun prihatin tragedi kemanusiaan menimpa siswa kelas IV SD.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Prihatin saja tidak cukup! Atas nama kemanusiaan, kita semua tentu berduka," ujar Atalia Praratya dalam keterangan resminya, Kamis (5/2/2026).

Singgung Kemiskinan Pemicu Psikologis Anak SD Bunuh Diri di NTT

Atalia Praratya
Atalia Praratya
Sumber :
  • YouTube/NajwaShihab

Mantan istri Ridwan Kamil ini tidak menyoroti penyebab siswa SD bunuh diri. Ia lebih menyinggung faktor kemiskinan menjadi dampak besar pada kondisi psikologis anak bangsa.

"Peristiwa ini harus menjadi refleksi bersama bahwa kemiskinan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga pada kondisi psikologis anak dan relasi dalam keluarga," tegasnya.

Ia merasa sedih mendengar pemberitaan anak SD berusia 10 tahun itu mengakhiri hidupnya secara tragis. Ia bergetar setelah melihat surat wasiat ditulis oleh korban.

Dalam surat dengan bahasa daerah Bajawa, isinya mengarahkan ungkapan kekecewaan kepada ibunya yang diduga pelit. Motifnya karena tak mampu membelikan buku dan pena seharga kurang Rp10 ribu.

Selain itu, surat tersebut juga berisi tentang salam perpisahan. Korban menginginkan agar orang tuanya tidak sedih dan menangis setelah dirinya meninggal dunia.

Atalia berpendapat publik tidak boleh memahami tragedi kemanusiaan ini secara parsial terkait persoalan dialami keluarga saja. Ini menjadi tamparan bahayanya kerentanan sosial di Indonesia.

Pemicu lainnya menyasar pada hambatan pendidikan. Kemudian, kerentanan kondisi tekanan psikis dialami anak-anak, khususnya bagi yang berasal dari daerah dengan tikat kemiskinan dan keterbatasan layanan dasar yang tinggi.

Atalia menjelaskan dari rujukan Data Badan Pusat Statistik (BPS) awal 2025. Ia melihat angka kemiskinan di NTT masih di sekitar 18,6 persen.

Angka tersebut tentu sangat jauh di atas rata-rata nasional. Kisaran angka kemiskinan di seluruh wilayah Indonesia mencapai 8,47 persen.

Sementara, masyarakat pedesaan di NTT, mendominasi angka kemiskinan mencapai 23,02 persen. Jika membandingkan angka di wilayah perkotaan yang hanya 8,11 persen, angka kemiskinan di desa jauh lebih tinggi.

"Saya mendorong agar pemutakhiran data kependudukan dan DTSEN dilakukan secara berkala guna memastikan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran," pesan dia.

Desak Prioritaskan Program Sekolah Rakyat di Daerah 3T

Perempuan berusia 52 tahun ini mengapresiasi gebrakan pemerintah membuat Program Sekolah Rakyat (SR). Langkah ini kebetulan berasal dari inisiasi Kementerian Sosial (Kemensos).

Negara terus berupaya untuk membuka akses pendidikan untuk anak bangsa, terutama anak-anak dari keluarga miskin (desil-1) dan miskin ekstrem (desil-2).

Namun begitu, ia mendesak pemerintah perlu memprioritaskan Program SR. Tujuannya memberikan jaring pengaman pendidikan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan ekstrem, khususnya di daerah 3T.

"Sekolah Rakyat adalah ikhtiar negara yang sangat strategis. Namun, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran, kualitas pendampingan, serta integrasi dengan layanan perlindungan sosial lainnya," terangnya.

Ia menyampaikan, komisi VIII DPR siap mengawal Program SR secara bersama-sama. Menurutnya, langkah efektif keberhasilan SR dikonvergensikan dengan program lain, seperti Program Bantuan Non Tunai (PBNT), Program Keluarga Harapan (PKH). hingga Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Pemetaan keluarga miskin penerima manfaat harus berjalan baik. Ia juga berharap keluarga miskin memperoleh paket bantuan secara komprehensif, seperti pendidikan, pendampingan, serta kebutuhan dasar keluarga.

Program SR, kata Atalia, tidak harus mengutamakan berupa sarana fisik sebagai memenuhi kebutuhan sekolah. Program ini wajib memperoleh dukungan psikologi sosial untuk anak serta menguatkan kapasitas orang tua.

Ia mendorong lintas sektoral dari sejumlah kementerian saling melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah (Pemda), masyarakat, hingga pihak sekolah. Tujuannya memperoleh ruang sekolah yang aman dan nyaman agar kejadian distress anak bangsa tidak terulang lagi.

"Melalui kepekaan sosial, pendampingan, dan keberpihakan nyata kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu. Pendidikan adalah hak dasar, bukan beban," tuturnya.

Pemilihan lokasi harus lebih selektif untuk mewujudkan Program SR. Pemerintah juga wajib memetakan program ini ke pedesaan lantaran banyak warga miskin belum terdata secara rapi.

Polisi Ungkap Dugaan Motif Anak SD Bunuh Diri di Ngada

Isi surat wasiat ditulis anak SD yang bunuh diri di Ngada, NTT
Isi surat wasiat ditulis anak SD yang bunuh diri di Ngada, NTT
Sumber :
  • Istimewa

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan dugaan kuat penyebab YBR mengakhiri hidupnya secara tragis di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, Kamis, 29 Januari 2026.

Berdasarkan dari kesaksian sementara, anak SD tersebut gantung diri diduga akibat tidak dibelikan alat tulis. Bagi sang ibu, mencari uang sebesar Rp10 ribu tak mudah.

Sementara, polisi menyampaikan fakta terbaru terkait dugaan penyebab YBR mengakhiri hidupnya. Sebab, pihak Kepolisian menemukan sepucuk surat yang berisi ibu korban pelit.

Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino menyampaikan hasil dari penyelidik. Berdasarkan penyelidikan di lapangan, tekanan psikologis korban menjadi latar belakang tragedi ini.

"Fakta di lapangan bukan karena alat tulisnya, melainkan karena sering dinasihati oleh orang tuanya. Hal ini karena si anak dalam satu minggu itu beberapa kali tidak masuk sekolah dengan alasan sakit," ucap Andrey, Rabu (4/2/2026).

Polisi juga menemukan adanya kesalahpahaman diterima korban. Saat itu, ibu korban menasihati anaknya agar tidak main hujan guna menghindari sakit dan bolos sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita dapat menyimpulkan bahwa ini memang murni dari niatan si korban itu sendiri untuk mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu," katanya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Fasilitas kesehatan di berbagai negara diwajibkan menerapkan sistem rekam medis elektronik
Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Baru-baru ini eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro lontarkan pengakuan yang mengejutkan publik. Pengakuan ini terkait koper miliknya yang berisi
Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Spekulasi mengenai masa depan Marc Marquez kembali memanas setelah sang juara dunia MotoGP 2025 membuat prediksi mengejutkan tentang susunan pembalap musim 2027
Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Baru-baru ini mencuat detik-detik mengerikan rumah anggota DPRD Jateng ditembak OTK, di Desa Capgwen, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan
Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Pramac Yamaha ikut meramaikan rumor transfer pembalap MotoGP 2027 dengan memberikan isyarat soal potensi membawa kembali Jorge Martin dari tim Aprilia Racing.
Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Mabes Polri menjadwalkan sidang kode etik terhadap Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus

Trending

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Galau doa belum dikabulkan Allah SWT. Bisa jadi karena syarat utama ini belum terpenuhi? simak penjelasannya
Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro belum dilakukan penahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika sabu
Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Pelatih Barcelona Hansi Flick memastikan Raphinha siap tampil saat timnya bertandang ke markas Girona pada lanjutan Liga Spanyol pekan ke-24, Selasa (17/2/2026)
Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Fasilitas kesehatan di berbagai negara diwajibkan menerapkan sistem rekam medis elektronik
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Naturalisasi Ciro Alves dipastikan masih berjalan. Jika tuntas, penyerang Malut United berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Sejak kecil dididik akademi terbaik Qatar Aspire Academy bahkan sempat main untuk Persija Jakarta, gelandang asal Aceh ini tak pernah masuk Timnas Indonesia.
Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026 hari ini akan diramaikan dengan sejumlah laga seru, termasuk Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap unjuk gigi saat Jakarta Pertamina Enduro hadapi Jakarta Popsivo Polwan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT