Jadikan Indonesia Basis Penting dalam Ekosistem Baterai Global, Dirut CBL Indonesia Beberkan Strateginya saat RDP dengan DPR
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Dirut CBL Indonesia, Wu Zhihui saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, pada Senin (2/2/2026) beberkan komitmennya untuk menjadikan Indonesia basis penting dalam ekosistem baterai global. Selain itu, ia juga beberkan terkait strateginya untuk mewujudkan komitmen tersebut.
Sebelumnya, Dirut CBL Indonesia, Wu Zhihui jelaskan, fasilitas di Karawang akan menjadi bagian dari jaringan global CATL yang memproduksi baterai kendaraan listrik dan battery energy storage system (BESS) untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun rantai pasok baterai terintegrasi di Indonesia, dari manufaktur hingga daur ulang, serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis penting dalam ekosistem baterai global,” beber Wu dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, seperti yang dikutip pada Rabu (4/2/2026).
Untuk diketahui, sebelumnya produsen baterai kendaraan listrik terbesar dunia, Contemporary Amperex Technology Limited (CATL) menjelaskan, komitmennya membangun ekosistem baterai terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia melalui kerja sama strategis dengan Grup MIND ID.
Ekosistem baterai nasional tersebut dikembangkan MIND ID melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan Indonesian Battery Corporation (IBC) sebagai bagian dari agenda hilirisasi mineral dan transisi energi nasional.
Kemudian komitmen itu diwujudkan melalui pengembangan fasilitas manufaktur baterai di Karawang, Jawa Barat, yang menjadi bagian dari Proyek Dragon.
Dalam proyek ini, CATL berperan sebagai mitra teknologi dan investor strategis global melalui perusahaan patungan PT Contemporary Battery Indonesia (CBL Indonesia), yang sahamnya dimiliki bersama oleh konsorsium CATL, IBC, dan ANTAM.
Skema kepemilikan ini menempatkan CATL sebagai pemegang peran kunci dalam transfer teknologi, standar manufaktur, serta pengelolaan operasional berbasis praktik global terbaik.
Fasilitas di Karawang dirancang untuk membangun rantai pasok baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pengolahan material berbasis nikel, manufaktur sel dan modul baterai, hingga pengelolaan baterai bekas melalui sistem daur ulang.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri baterai yang efisien, berdaya saing global, sekaligus berkelanjutan secara lingkungan.
Load more