News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Rabu, 4 Februari 2026 - 11:25 WIB
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian angkat bicara soal peristiwa tragis yang dialami seorang bocah berusia 10 tahun berinisial YBS di asal Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar (siswa SD) itu ditemukan tewas gantung diri pada Kamis, 29 Januari 2026, siang. Ia nekat mengakhiri hidupnya karena orang tua tak mampu membelikan buku dan pena untuknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.

"Tragedi ini bukan sekadar kabar duka, melainkan alarm keras bagi negara dan masyarakat. Peristiwa yang sangat menyayat hati dan tidak bisa diterima di negara mana pun," ujar Hetifah dalam keterangannya, Rabu 4 Februari 2026.

"Anak usia 10 tahun seharusnya dilindungi dan dibantu, bukan sampai merasa putus asa hanya karena buku dan pena," sambungnya.

Di sisi lain, Hetifah menyoroti permasalahan yang ada dalam peristiwa bunuh diri tersebut. Ia menilai sistem pendidikan di Indonesia hingga perlindungan sosial harus dikoreksi.

Pendidikan dasar, kata dia, seharusnya gratis dan tak membebani anak-anak dari keluarga miskin. Ke depannya, ia pun meminta agar pemerintah menjamin sistem pendidikan pada tingkat sekolah dasar tak dipungut biaya.

"Pendidikan dasar seharusnya benar-benar gratis dan inklusif, tanpa membebani anak dari keluarga miskin. Ke depan, sistem pendidikan harus benar-benar menjamin sekolah dasar gratis termasuk perlengkapan belajar," pungkasnya.

Ia juga berharap agar perlindungan sosial harus menyasar pada keluarga rentan tanpa menunggu tragedi atau peristiwa serupa terjadi. Sikap kepedulian sosial, wajib dibangun dalam lingkungan sekolah untuk membantu anak-anak yang kesulitan menghadapi kemiskinan

Perlindungan sosial harus aktif dan tepat sasaran bagi keluarga rentan tanpa menunggu tragedi terjadi. Kepedulian sosial juga wajib dibangun kuat di sekolah dan masyarakat agar setiap anak yang kesulitan segera dibantu dan tidak pernah merasa sendirian menghadapi kemiskinan," imbuhnya.

Sebelum bunuh diri, bocah malang itu meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya yang berinisial MGT (47). Sepucuk surat itu ditemukan polisi saat olah TKP di sekitar lokasi.

Dalam tulisan tangan sang bocah, tertulis dengan bahasa Bajawa (lokal Ngada) dan ditutup dengan emoji menangis: 

"Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti)
Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
Mama molo Ja'o (Mama relakan saya pergi)
Galo mata Mae Rita ee Mama (Jangan menangis ya Mama)
Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya)

(Molo Mama) Selamat tinggal Mama"

Korban diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibunya merupakan orang tua tunggal, bekerja sebagai petani dan serabutan. Ibu korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban. Sementara ayah korban telah meninggal dunia sejak korban masih dalam kandungan.  

Malam sebelumnya, Rabu, 28 Januari 2026, korban sempat menginap di rumah ibunya (MGT) di desa tetangga. Korban meminta uang untuk membeli buku dan pena seharga Rp 10.000. Namun, sang ibu kala itu menjawab sedang tidak mempunyai uang. 

MGT menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarga terbatas dan serba kekurangan, sehingga belum bisa membelikan buku dan pena untuk korban.

Keesokan harinya, korban pulang ke gubuk neneknya, dan siang harinya terjadi peristiwa tersebut.

Korban ditemukan warga dusun setempat berinisial KD (59) saat sedang mengikat hewan ternak di sekitar kebun. Saat menuju pondok untuk memberi tahu nenek korban, ia melihat korban tergantung di dahan pohon cengkeh. 

Saksi KD kaget dan berlari ke jalan sambil berteriak minta tolong. Warga sekitar segera berdatangan dan melaporkan ke polisi. Saat itu, korban sudah tewas dengan kondisi leher terikat tali. 

Warga mengamankan lokasi sembari menunggu kedatangan polisi untuk dilakukan proses evakuasi dan olah TKP. Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Dona Jerebuu untuk visum et repertum (autopsi). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban telah dimakamkan pada 30 Januari 2026.

VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral