Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya
Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Rabu, 4 Februari 2026 - 09:27 WIB
Sumber :
- Tangkapan layar
Kondisi inilah yang membuat pengasuhan anak-anak terpisah-pisah.
Dari lima anak, diketahui hanya dua anak saja yang mendapatkan pendidikan formal secara berkelanjutan.
YBR yang seharusnya fokus belajar harus ikut membantu neneknya menjual hasil bumi seperti sayur-sayuran, umbi-umbian hingga kayu bakar.
Terpisah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak untuk menyelidiki insiden tragis anak 10 tahun yang mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000 itu.
"Nanti coba kita selidiki ya," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Selasa (3/2/2026). (nsi)
Load more