Eyang Meriyati Hoegeng Tutup Usia di 100 Tahun, Jejak Setia Wanita Pendamping Polisi Paling Jujur Indonesia
- ANTARA
Langkah tersebut mencerminkan prinsip hidup yang dipegang teguh pasangan ini: hidup sederhana, menjauhi privilese kekuasaan, dan menjaga nama baik dengan kejujuran. Nilai itulah yang kemudian melekat kuat pada citra keluarga Hoegeng hingga kini.
Masa Tua yang Bersahaja dan Penuh Karya
Setelah Hoegeng dipensiunkan dini dari kepolisian, Meriyati tetap setia mendampingi sang suami menjalani masa tua dengan cara yang sederhana. Keduanya menekuni hobi melukis dan menyanyi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga serta ketiga anak mereka.
Pasangan ini bahkan sempat mengisi berbagai acara radio dan televisi, termasuk tampil dalam program “The Hawaiian Seniors” di TVRI, di mana mereka kerap berduet menyanyikan lagu-lagu bernuansa Hawaii. Aktivitas tersebut berhenti setelah Hoegeng dicekal akibat keterlibatannya dalam Petisi 50.
Hoegeng dan Meriyati menghabiskan sisa hidup mereka di Depok hingga Hoegeng wafat pada 2004. Sepanjang hidupnya, Meriyati juga tidak pernah terlibat dalam kepengurusan organisasi istri kepolisian, memilih menjalani peran sebagai pendamping dengan tenang dan rendah hati.
Warisan Keteladanan dan Penghormatan Bangsa
Pada usia 100 tahun, bertepatan dengan ulang tahunnya pada 23 Juni 2025, Meriyati meluncurkan buku biografi berjudul Meriyati Hoegeng – 100 Tahun Langkah Setia Pengabdian, yang disusun oleh cucunya, Krisnadi Ramajaya Hoegeng. Buku tersebut merekam perjalanan hidupnya sebagai istri pejabat negara yang konsisten memegang nilai kesederhanaan dan integritas.
Dalam acara perayaan tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut Meriyati Hoegeng sebagai teladan bagi keluarga pejabat dan masyarakat luas. Menurut Puan, Meriyati bukan hanya istri seorang Kapolri, melainkan penjaga nilai-nilai luhur dalam keluarga.
“Keteguhan hati Ibu Meriyati untuk tetap hidup bersahaja di tengah kekuasaan adalah sesuatu yang patut dicontoh. Dukungan beliau kepada Pak Hoegeng untuk tetap jujur dan tidak kompromi terhadap suap dan korupsi adalah pelajaran besar bagi generasi sekarang,” ujar Puan.
Sepanjang hidupnya, Meriyati dikenal luas sebagai sosok yang menolak kemewahan, menghargai kerja keras, dan menjunjung tinggi kejujuran. Nilai-nilai itulah yang membuat nama keluarga Hoegeng tetap harum hingga lintas generasi, bahkan ketika kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum mengalami pasang surut.
Load more