News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rakornas Digelar, Presiden Prabowo Siap Satukan Barisan hingga Perang Lawan Korupsi

Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan momentum Rakornas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menyatukan langkah dan visi seluruh kepala daerah di Indonesia.
Senin, 2 Februari 2026 - 10:45 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto
Sumber :
  • YouTube-Setpres

Bogor, tvOnenews.com — Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menyatukan langkah dan visi seluruh kepala daerah di Indonesia.

Agenda tahunan yang digelar di Sentul International Convention Centre (SICC) Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026) ini dihadiri secara lengkap oleh jajaran pimpinan daerah dan unsur Forkopimda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan Rakornas tersebut menjadi forum strategis bagi Presiden untuk menyampaikan arahan langsung sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah.

“Kementerian Dalam Negeri ada agenda Rapat Koordinasi Nasional antara pemerintah pusat dan pemerintah harian. Jadi ini agenda rutin tahunan yang kemudian Bapak Presiden ingin memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan program-program, menyampaikan arahan-arahan dan garis-garis dari beliau sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan kepada seluruh jajaran baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota,” ujar Prasetyo.

Menurutnya, Rakornas kali ini dihadiri secara menyeluruh oleh para pemangku kepentingan daerah. 

Gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari seluruh Indonesia hadir dalam agenda tersebut.

“Berdasarkan undangan, sangat lengkap. Jadi gubernur, wakil gubernur hadir. Kemudian bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota dan seluruh unsur Forkopimda daerah,” kata Prasetyo.

Ia menekankan pertemuan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi ruang untuk menyatukan visi, persepsi dan langkah antara pemerintah pusat dan daerah. 

Forum Rakornas juga dinilai strategis untuk membahas berbagai persoalan yang membutuhkan solusi bersama.

“Diharapkan dengan kita berkumpul, ini kita menyatukan langkah, menyatukan visi, menyatukan persepsi sekaligus bilamana ada hal-hal yang sekiranya perlu dicarikan jalan keluar di forum-forum seperti ini juga nanti memungkinkan untuk bisa kita bahas,” ujarnya.

Terkait arahan Presiden, Prasetyo menyebut tidak ada instruksi yang bersifat khusus.

Namun, ia memperkirakan Presiden akan memberikan pembaruan pandangan terkait dinamika terkini baik global maupun domestik.

“Khusus mungkin tidak ya, tetapi karena dalam satu tahun semenjak juga kepala daerah-kepala daerah dilantik, sudah beberapa kali juga Bapak Presiden menyampaikan pandangan-pandangan beliau,” jelasnya.

“Namun, mungkin ada beberapa hal yang barangkali ya. Akan ada update dari beliau berkaitan dengan masalah dinamika kondisi geopolitik internasional maupun kemudian perkembangan dalam negeri kita sendiri juga,” sambung dia.

Selain itu, Presiden diperkirakan akan memberi penekanan pada keberlanjutan program-program yang telah berhasil dicapai dalam tahun pertama pemerintahan sekaligus mengevaluasi agenda yang belum sepenuhnya terealisasi.

“Kemudian juga tentunya pasti ada penekanan-penekanan karena beberapa program yang sudah berhasil dicapai dalam kurun waktu satu tahun tentunya harus dijaga dan ditingkatkan. Kemudian juga ada beberapa program yang belum semua tercapai di tahun pertama. Jadi mungkin itu menjadi bagian dari penekanan beliau,” lanjut Prasetyo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak kalah penting, Prasetyo menegaskan komitmen Presiden terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dipastikan kembali mengemuka dalam Rakornas tersebut.

“Termasuk saya juga menduga berkenaan dengan masalah komitmen kita untuk good governance, memberantas atau berjuang sekeras-kerasnya menjalankan pemerintahan tanpa korupsi, itu juga selalu menjadi konsennya Bapak Presiden,” pungkasnya. (agr/nsi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT