Nama Jokowi Disebut Yaqut dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, Ayah Wapres Gibran: Memang Itu Arahan...
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) disebut-sebut dalam tindak pidana korupsi kuota haji tambahan oleh mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Menyikapi hal itu, ayah Wapres Gibran, Jokowi angkat bicara.
Untuk diketahui, dalam sebuah siniar yang tayang di YouTube 15 Januari 2026, Menteri Agama periode 2020-2024, Yaqut Cholil Qoumas menyebut 20 ribu kuota haji tambahan untuk tahun 2024 diterima langsung oleh Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menpora Dito Ariotedjo.
Dalam hal ini, Jokowi akui bahwa mengambil kebijakan untuk meminta kuota tambahan haji tahun 2024 kepada Kerajaan Arab Saudi.Â
Ia lalu menyerahkan kuota tambahan tersebut kepada Kementerian Agama untuk dikelola.
"Ya, memang itu kebijakan Presiden. Memang itu arahan dari Presiden," ucap Jokowi di Solo, Jumat (30/1/2026.
Bahkan mertua Bobby Nasution itu tak mempersoalkan jika namanya disebut-sebut dalam sejumlah kasus korupsi di masa kepemimpinannya.Â
Pasalnya, kasus-kasus korupsi tersebut terjadi di program-program yang muncul dari arahan Presiden.
"Setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya, karena apapun program kerja menteri pasti dari kebijakan Presiden, pasti dari arahan Presiden, dan juga dari perintah-perintah Presiden," ucap Jokowi.
Meski demikian, Jokowi memastikan semua program tersebut dibuat dengan niat baik.Â
Selain itu, Jokowi mengaku tidak pernah memerintah menterinya untuk korupsi selama menjadi Presiden,
"Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi. Enggak ada," pungkas Jokowi. (aag)
Load more