News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Dana Syariah Indonesia Diambil Alih Bareskrim, 1.500 Lender Diduga Terseret Proyek Fiktif

Bareskrim Polri mengambil alih seluruh penanganan laporan polisi terkait dugaan tindak pidana ekonomi khusus yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia (DSI).
Kamis, 15 Januari 2026 - 17:03 WIB
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (15/1/2026).
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Bareskrim Polri mengambil alih seluruh penanganan laporan polisi terkait dugaan tindak pidana ekonomi khusus yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia (DSI).

Menurut Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, langkah ini diambil buntut temuan ribuan lender yang diduga menjadi korban dalam skema pendanaan berbasis digital tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ade Safri menjelaskan, pihaknya telah menerima empat laporan polisi yang kini seluruhnya ditangani Bareskrim.

“Perlu kami laporkan bahwa kami telah menerima empat laporan polisi, yaitu LP/B/512 dengan pelapor dari OJK, kemudian LP B/578, LP 516, dan LP nomor 2 tahun 2026,” ucap Ade Safri dalam rapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, tiga laporan polisi berasal dari kuasa hukum para lender, sementara satu laporan ditarik dari Polda Metro Jaya.

Bareskrim juga telah menginstruksikan seluruh Polda untuk menarik laporan serupa ke Mabes Polri.

“Kami telah membuat telegram ke Polda jajaran, kepada Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda jajaran, untuk menarik semua LP DSI kasus serupa ke Bareskrim Polri untuk kita tangani,” tegasnya.

Dari empat laporan polisi tersebut, tercatat 99 lender telah teridentifikasi sebagai korban dan hadir melalui paguyuban lender PT DSI. Namun, jumlah korban diperkirakan jauh lebih besar.

“Dari hasil pemeriksaan OJK periode 2021 sampai 2025 dapat diidentifikasi sekitar 1.500 lender yang diduga sebagai korban,” kata Ade Safri.

Ia menyebut, angka itu masih berpotensi bertambah karena berdasarkan penyelidikan, PT DSI diduga telah beroperasi sejak 2018, saat belum mengantongi izin usaha dari OJK.

Dalam perkara ini, PT DSI diduga menghimpun dana masyarakat melalui platform pendanaan berbasis teknologi atau peer-to-peer (P2P) lending yang diarahkan untuk pembiayaan proyek properti. Namun, dana tersebut diduga digunakan untuk proyek-proyek fiktif.

“Diduga digunakan untuk mendanai proyek fiktif,” ujarnya singkat.

Ade Safri juga membeberkan kronologi awal kasus ini. Pada Juni 2025, para lender mengadu ke OJK karena kesulitan menarik dana yang telah mereka setorkan ke rekening escrow platform DSI.

“Masyarakat mengadukan kesulitan melakukan penarikan dana yang sudah dimasukkan ke platform DSI dengan janji bagi hasil,” ungkapnya.

Skema yang ditawarkan PT DSI menjanjikan imbal hasil 23 persen, dengan pembagian 18 persen untuk lender dan 5 persen untuk pihak DSI.

Namun, dalam praktiknya, penyidik menduga PT DSI menciptakan borrower (pihak peminjam dana) fiktif atau menggunakan borrower asli untuk proyek yang tidak nyata.

“Kalau bisa disampaikan di sini, antara 100 yang diklaim, 99-nya adalah fiktif,” kata Ade Safri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Bareskrim belum membeberkan secara rinci langkah teknis penyidikan yang akan ditempuh.

“Kami belum bisa menyampaikan secara detail karena terkait dengan strategi teknis taktis agar tidak diantisipasi atau dimitigasi,” pungkasnya. (rpi/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gara-gara KDM Tutup Tambang di Bogor, Ratusan Warga Terdampak, Angka Cerai Meningkat hingga Pinjol Merajalela

Gara-gara KDM Tutup Tambang di Bogor, Ratusan Warga Terdampak, Angka Cerai Meningkat hingga Pinjol Merajalela

Ribuan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Bogor geruduk Kantor Pemkab Bogor, menagih janji Gubernur Dedi Mulyadi terkait kompensasi pasca penutupan tambang.
Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120

Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120

Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120
Media Belanda Tak Habis Pikir, Baru Semusim di Inggris, Gelandang Berdarah Indonesia Rp1 Triliun Jadi Incaran Raksasa Italia

Media Belanda Tak Habis Pikir, Baru Semusim di Inggris, Gelandang Berdarah Indonesia Rp1 Triliun Jadi Incaran Raksasa Italia

Nasib Tijjani Reijnders di Man City mulai jadi tanda tanya besar. Baru semusim merumput di Liga Inggris, gelandang berdarah Indonesia itu kini diincar Juventus.
Ada Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Selama Sepekan ke Depan, Ini Titiknya

Ada Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Selama Sepekan ke Depan, Ini Titiknya

Para pengguna tol Jakarta-Cikampek (Japek) diimbau untuk memperhatikan adanya pengerjaan rekonstruksi perkerasan jalan yang akan berlangsung selama sepekan ke depan. 
Pelatih Belanda Prediksi Juara Super League 2025-2026: Persib atau Borneo Sama Saja Tapi Persija yang Tentukan

Pelatih Belanda Prediksi Juara Super League 2025-2026: Persib atau Borneo Sama Saja Tapi Persija yang Tentukan

Jean Paul van Gastel gagal mencuri poin bagi PSIM Yogyakarta setelah kalah 1-0 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Senin (4/5/2026). 
RS Islam Jakarta Sukapura Soroti Keselamatan Pasien di Tengah Pengembangan Layanan

RS Islam Jakarta Sukapura Soroti Keselamatan Pasien di Tengah Pengembangan Layanan

Rumah sakit memperkenalkan layanan stem cell dan secretome yang dikembangkan.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral