GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menlu Sugiono Ingatkan ASEAN Tetap Jadi Ruang Damai, Bukan Arena Unjuk Kekuatan

Menlu RI Sugiono menyerukan agar ASEAN kembali pada mandat dasarnya di tengah rivalitas kekuatan besar yang kian menajam.
Rabu, 14 Januari 2026 - 15:23 WIB
Menlu Sugiono.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyerukan agar ASEAN kembali pada mandat dasarnya di tengah rivalitas kekuatan besar yang kian menajam.

Ia menegaskan Asia Tenggara tidak boleh berubah menjadi arena benturan geopolitik melainkan tetap menjadi ruang damai dan sejahtera.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“ASEAN dibentuk untuk memastikan perbedaan dikelola melalui dialog dan kerja sama, bukan melalui tekanan atau konfrontasi,” kata Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2025).

Menurut Sugiono, relevansi ASEAN justru semakin krusial ketika dunia memasuki periode kompetisi geopolitik yang semakin tidak menentu.

Dalam konteks tersebut, ASEAN disebut sebagai jangkar stabilitas kawasan sekaligus platform yang menjaga Asia Tenggara dari politik unjuk kekuatan.

Menlu menekankan bahwa kekuatan ASEAN bukan hanya ditentukan oleh ukuran ekonomi atau militer anggotanya, tetapi juga oleh persatuan dan sentralitasnya.

“ASEAN hanya akan kuat apabila persatuan dan sentralitas ASEAN terus dijaga dan diperjuangkan bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menlu turut mengutip pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyiratkan urgensi persatuan kawasan.

“In the current situation of geopolitical uncertainty, the stronger ASEAN is, the more we will be heard,” demikian pernyataan Sugiono.

Sugiono mengingatkan bahwa sepanjang tahun lalu ASEAN berhadapan dengan sejumlah krisis internal yang menjadi pengingat bahwa perdamaian regional tidak bisa dianggap otomatis.

Ia menilai perdamaian harus dirawat melalui penghormatan kedaulatan, penahanan diri, dan penyelesaian sengketa secara damai.

Momentum 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) tahun ini menjadi sorotan. 

Indonesia menyampaikan keprihatinan karena prinsip-prinsip dalam TAC justru mengalami pelemahan pada saat norma dan aturan main regional sangat dibutuhkan untuk mencegah eskalasi.

Sugiono menilai TAC merupakan pondasi perilaku antarnegara di Asia Tenggara, sehingga penguatannya diperlukan untuk menjaga stabilitas, mencegah fragmentasi, dan memperkuat kepercayaan strategis di kawasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyebut pelemahan norma hanya akan membuka ruang bagi logika hard power menguasai.

“Di luar kawasan, logika hard power semakin menguat,” ujar Sugiono.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, seorang pemudik asal Pandeglang, Arif, dipalak tiga pria di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Palak tersebut dengan dalih meminta
Mahfud MD Kritik Keras KPK soal Mantan Menag Yaqut: Ini Hukum Loh!

Mahfud MD Kritik Keras KPK soal Mantan Menag Yaqut: Ini Hukum Loh!

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud MD lontarkan kritikan keras terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi KPK
PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.

Trending

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.
DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
Pelatih Bulgaria Sindir Level Timnas Indonesia, Starting XI John Herdman Disorot, hingga Media Prancis Heran dengan Calvin Verdonk

Pelatih Bulgaria Sindir Level Timnas Indonesia, Starting XI John Herdman Disorot, hingga Media Prancis Heran dengan Calvin Verdonk

3 berita Timnas Indonesia terpopuler: sindiran pelatih Bulgaria, starting XI John Herdman bikin netizen heboh, hingga Calvin Verdonk disorot media Prancis.
Reaksi Para Pemain Persib Bandung Usai Beckham Putra Cetak Brace untuk Timnas Indonesia, Thom Haye Paling Bangga

Reaksi Para Pemain Persib Bandung Usai Beckham Putra Cetak Brace untuk Timnas Indonesia, Thom Haye Paling Bangga

Para pemain Persib Bandung kompak memberikan reaksi tak lama setelah Beckham Putra mencetak dua gol kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis.
Bakal Hadapi Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026, Media Bulgaria Lempar Pujian Berkelas untuk Beckham Putra

Bakal Hadapi Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026, Media Bulgaria Lempar Pujian Berkelas untuk Beckham Putra

Aksi berkelas Beckham Putra yang sukses bikin dua gol untuk Timnas Indonesia ke gawang Saint Kitts and Nevis di FIFA Series mendapat pujian dari media Bulgaria.
Selengkapnya

Viral