News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Demokrat Berubah Sikap soal Pilkada via DPRD, Dede Yusuf Singgung Biaya Politik yang Brutal

Soal Pilkada via DPRD, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyinggung pengalaman Pemilu dan Pilkada 2024 yang habiskan ongkos demokrasi sangat tinggi.
Selasa, 13 Januari 2026 - 18:22 WIB
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf
Sumber :
  • Narda Margaretha Sinambela-Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Partai Demokrat angkat bicara mengenai alasan perubahan sikapnya terkait wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

Jika sebelumnya menolak, Demokrat kini mengikuti arah Presiden RI, Prabowo Subianto yang menyoroti mahalnya biaya politik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Demokrat, biaya untuk menyelenggarakan pilkada langsung ini menjadi faktor utama yang perlu dievaluasi.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyebut, pengalaman Pemilu dan Pilkada 2024 menghabiskan ongkos demokrasi yang sangat tinggi.

“Karena konteksnya, kawan-kawan tahu 2024 adalah sebuah pemilu yang brutal dan costnya tinggi,” kata Dede Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Dede menjelaskan, biaya politik yang tinggi tidak hanya terjadi pada pemilu nasional, tetapi juga berdampak langsung pada pelaksanaan Pilkada.

“Pilkada yang kemarin 2024 itu juga costnya sangat tinggi. PSU-nya saja berkali-kali,” ujarnya.

Menurut Dede, perubahan sikap Demokrat bukan berarti keputusan final soal Pilkada lewat DPRD.

Saat ini, fokus pembahasan masih pada revisi Undang-Undang Pemilu, sementara Pilkada dinilai masih jauh.

“Jadi Pilkadanya sebetulnya belum masuk, masih panjang itu, kita masih berbicara 2031, yang ada di depan mata ini adalah undang-undang pemilu,” katanya.

Dede menyebut, Demokrat memilih mengikuti kebijakan Presiden Prabowo sambil membuka ruang pembahasan lanjutan.

“Jadi itu sebabnya saat ini kita ikut dengan kebijakan Presiden, sambil ke depan kita akan melakukan pembahasan demi pembahasan,” ucapnya.

Ia menambahkan, evaluasi sistem pemilu merupakan hal yang wajar dilakukan setiap periode.

“Setiap periode, setiap konteks, kan kita sudah 2 dekade ya melakukan itu. Dan min plusnya pasti ada,” kata Dede.

Terkait upaya menekan praktik politik uang, Dede menyinggung wacana e-voting yang selama ini diuji coba di tingkat Pilkades. Namun, ia menilai e-voting belum otomatis menghilangkan money politic.

“Di Pilkades yang terjadi saat ini itu money politic juga menjadi sangat tinggi sekali karena tidak ada pengawasan yang secara langsung,” ujarnya.

Dede bahkan menyebut biaya Pilkades di sejumlah daerah bisa mencapai puluhan miliar rupiah.

“Ada daerah yang biaya untuk Pilkades itu mencapai 16 miliar. Untuk menjadi kepala desa. Dan itu money politic sangat terjadi,” ungkapnya.

Menurut Dede, tingginya biaya politik membuat banyak kepala daerah bergantung pada pendana dan berujung persoalan hukum.

“Kalau menurut Mendagri hampir 40 persen kepala daerah itu terindikasi ada masalah dengan pidana,” katanya.

Meski kini mengikuti arah Pilkada lewat DPRD, Dede menegaskan Demokrat tetap mempertimbangkan aspirasi publik.

“Ya itu pasti jadi bahan pertimbangan,” ujarnya menanggapi survei yang menunjukkan mayoritas pemilih Demokrat menginginkan Pilkada langsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan seluruh data dan masukan akan dikaji secara terbuka.

“Semua ini data akan kita masukkan dan tentu akan kita kaji sama-sama. Proses keterlibatan publik pun tetap harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (rpi/rpi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terungkap Alasan Gubernur Jawa Barat KDM 'Enggan' Lunasi Pembayaran Kontraktor Senilai Rp621 Miliar: Kami Tidak Akan Membayar Semuanya

Terungkap Alasan Gubernur Jawa Barat KDM 'Enggan' Lunasi Pembayaran Kontraktor Senilai Rp621 Miliar: Kami Tidak Akan Membayar Semuanya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) membuat gebrakan baru usai sorotan publik terkait konidisi keuangan pemerintahan yang dipimpinnya.
Kantornya Digeledah KPK, Ini Pengakuan DJP Kemenkeu

Kantornya Digeledah KPK, Ini Pengakuan DJP Kemenkeu

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku kooperatif terkait penggeledahan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (13/1/2026).
Fantastis, Segini Peputaran Transaksi di Jakarta Selama Momen Nataru

Fantastis, Segini Peputaran Transaksi di Jakarta Selama Momen Nataru

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan gelaran Jakarta Festive Wonder 2025 sukses meningkatkan perputaran ekonomi di Jakarta.
Prabowo Targetkan Pembangunan Ratusan Sekolah dalam Kurun Waktu 4 Tahun

Prabowo Targetkan Pembangunan Ratusan Sekolah dalam Kurun Waktu 4 Tahun

Pemerintah Indonesia terus menggenjot penambahan fasilitas pendidikan diseluruh penjuru wilayah.
Geger! Pedagang Cilok Luka-luka Usai Dianiaya di Kembangan

Geger! Pedagang Cilok Luka-luka Usai Dianiaya di Kembangan

Seorang pria yang merupakan pedagang cilok mengalami luka-luka usai menjadi korban penganiayaan di Jalan Basmol Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (13/1/2026).
Kasus Korupsi Kuota Haji, Petinggi PBNU Diduga Terima Uang

Kasus Korupsi Kuota Haji, Petinggi PBNU Diduga Terima Uang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Aizzudin Abdurrahman terkait kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.

Trending

Michael Carrick Kembali ke Old Trafford, Manchester United Masuki Era Interim

Michael Carrick Kembali ke Old Trafford, Manchester United Masuki Era Interim

Manchester United dikabarkan semakin dekat menunjuk Michael Carrick sebagai manajer interim hingga akhir musim.
Pria Tewas Bersimbah Darah di TPU Kota Bekasi, Polisi Ungkap Sosok Pelakunya

Pria Tewas Bersimbah Darah di TPU Kota Bekasi, Polisi Ungkap Sosok Pelakunya

Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembunuhan pria berinisial MDTWS (25) yang ditemukan tewas di tempat pemakaman umum (TPU) Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (11/1/2026).
Belum usai Euforia Persib Menang Atas Persija, Maung Bandung Dapat Kabar Buruk dari Situasi Federico Barba

Belum usai Euforia Persib Menang Atas Persija, Maung Bandung Dapat Kabar Buruk dari Situasi Federico Barba

Persib Bandung meraih kabar kurang menyenangkan dari Federico Barba usai menumbangkan Persija Jakarta. Bek asal Italia itu kini dikabarkan menjadi incaran tiga klub Serie B.
Juventus Beri Pukulan Telak kepada Emil Audero, Luciano Spalletti Justru Sampaikan Pernyataan Mengejutkan

Juventus Beri Pukulan Telak kepada Emil Audero, Luciano Spalletti Justru Sampaikan Pernyataan Mengejutkan

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menyampaikan pernyataan mengejutkan setelah menang telak dengan skor 5-0 atas Cremonese. Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi korbannya.
Rezeki Datang Bertubi-tubi! Kondisi Finansial Zodiak 14 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Rezeki Datang Bertubi-tubi! Kondisi Finansial Zodiak 14 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak pada 14 Januari 2026 untuk enam zodiak pertama, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo.
Siapa Sih Kelly di Buku Broken Strings Aurelie Moeremans? Sosoknya Bikin Pembaca Emosi dan Kini Minta Maaf

Siapa Sih Kelly di Buku Broken Strings Aurelie Moeremans? Sosoknya Bikin Pembaca Emosi dan Kini Minta Maaf

Aurelie Moeremans menghadirkan sosok Kelly yang memberikan nomornya kepada Bobby di buku Broken Strings. Aurelie mengungkapkan sahabatnya sudah minta maaf.
Kekayaan Timothy Ronald Disorot Usai Terseret Dugaan Penipuan, Ini Sumber Pundi-Pundi Sang Raja Kripto

Kekayaan Timothy Ronald Disorot Usai Terseret Dugaan Penipuan, Ini Sumber Pundi-Pundi Sang Raja Kripto

Kekayaan Timothy Ronald disorot usai terseret dugaan penipuan trading kripto. Ini sumber pundi-pundi Raja Kripto Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT