News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PDIP Tolak Pemilu Dipilih Lewat DPRD: Hak Rakyat Pantang Diambil Kembali

Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pariera, menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurutnya, wacana itu berpotensi mengambil hak rakyat.
Selasa, 6 Januari 2026 - 19:55 WIB
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira
Sumber :
  • Aldi Herlanda/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pariera, menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah).

Andreas Hugo menilai langkah tersebut bertentangan dengan prinsip dasar demokrasi dan berpotensi memicu kemarahan publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Andreas, dalam sistem demokrasi terdapat prinsip yang tidak boleh dilanggar, yakni hak yang telah diberikan kepada rakyat tidak boleh ditarik kembali.

“Dalam sistem demokrasi berlaku hukum yang tidak tertulis; ‘apa yang sudah diberikan kepada rakyat, pantang untuk diambil kembali’,” kata Andreas Hugo Pariera kepada tvOnenews.com, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, Indonesia telah mengalami perubahan besar dalam sistem pemilihan, dari mekanisme tidak langsung pada masa Orde Baru menjadi pemilihan langsung setelah reformasi.

“Perubahan sistem pemilihan kita, memang cenderung cepat, dari tidak langsung oleh DPRD pada massa otoritarian Soeharto Orde Baru menjadi pemilihan langsung oleh rakyat, setelah massa reformasi,” ujarnya.

Perubahan tersebut, lanjut Andreas, juga berlaku untuk pemilihan presiden yang kini dipilih langsung oleh rakyat setelah amandemen Undang-Undang Dasar 1945.

“Nah, sekarang hak demokrasi yang sudah diberikan kepada rakyat ini mau diambil kembali?” katanya.

Andreas menilai, jika wacana tersebut dipaksakan, rakyat berpotensi bereaksi keras karena hak politiknya ditarik kembali oleh elite.

“Saya kira rakyat akan marah, karena hak yang sudah diberikan kepada rakyat ini akan diambil lagi oleh elite-elitenya yang ingin melanggengkan kekuasaannya,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah yang lebih tepat adalah memperbaiki kualitas pemilihan langsung, bukan menghapusnya.

“Menurut saya, lebih baik kita benahi sistem pemilihan langsung ini untuk menjadi lebih berkualitas secara demokratis, ketimbang mengambil kembali apa yang sudah diberikan kepada rakyat,” kata Andreas.

Menurutnya, biaya politik yang harus dibayar akibat menarik hak rakyat jauh lebih mahal dibandingkan biaya penyelenggaraan pemilu.

“Lebih mahal harga politik yang dibayar dengan mengambil kembali hak rakyat, ketimbang biaya pemilu yang harus dikeluarkan,” tandasnya.

Seperti diketahui, wacana pemilu dan pilkada dipilih melalui DPRD kembali mencuat seiring pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.

Skema tersebut memicu polemik karena dinilai berpotensi menghilangkan hak pilih langsung rakyat dalam menentukan kepala daerah.

Sejumlah kalangan menilai pemilihan kepala daerah oleh DPRD membuka ruang transaksi politik serta memperkuat praktik oligarki.

Di sisi lain, pendukung wacana ini beralasan mekanisme tersebut dapat menekan biaya politik dan meminimalkan konflik horizontal di masyarakat.

Wacana ini sejatinya bukan barang baru. Sejak awal menjadi Presiden, Prabowo pernah menggulirkannya saat berpidato dalam HUT ke-60 Partai Golkar, di Bogor, Kamis (12/12/2024).

Ketika itu, dia menyoroti tingginya biaya pilkada langsung yang disebut menghabiskan anggaran negara, maupun biaya politik kandidat hingga triliunan rupiah hanya dalam satu hingga dua hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ketum Partai Golkar salah satu partai besar, tapi menyampaikan perlu ada pemikiran memperbaiki sistem partai politik. Apalagi ada Mbak Puan kawan-kawan dari PDI-P, kawan-kawan partai lain, mari kita berpikir, mari kita tanya, apa sistem ini, berapa puluh triliun habis dalam 1-2 hari. Dari negara maupun dari tokoh politik masing-masing," ujar Prabowo, dalam acara HUT ke-60 Golkar di Bogor, Kamis (12/12/2024).

Dia pun membandingkan sistem pemilu Indonesia dengan negara tetangga yang dinilai lebih efisien, karena hanya menggelar satu kali pemilihan legislatif daerah. Para anggota DPRD selanjutnya yang memilih kepala daerah. (rpi/iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Kegagalan Timnas Indonesia jadi juara di FIFA Series 2026 justru memicu sorotan luas dari berbagai media luar negeri. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
KPK Catat 96,24 Persen Pejabat Negara Telah Setor Laporan Harta Kekayaan 2025

KPK Catat 96,24 Persen Pejabat Negara Telah Setor Laporan Harta Kekayaan 2025

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis data terbaru mengenai kepatuhan para penyelenggara negara dalam melaporkan harta kekayaannya. 
Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur. 
Periode Pasca Peak Season Ramadan dan Lebaran Jadi Penentu Keberlanjutan Bisnis Digital

Periode Pasca Peak Season Ramadan dan Lebaran Jadi Penentu Keberlanjutan Bisnis Digital

Setelah periode Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak aktivitas e-commerce pada kuartal pertama
Komisi X DPR Kunker ke BPS Sulteng, Fokus Sensus Ekonomi 2026

Komisi X DPR Kunker ke BPS Sulteng, Fokus Sensus Ekonomi 2026

Komisi X DPR RI melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan yang
Dukung Transisi Energi, SPKLU Terbesar di Indonesia Ada di Bekasi, Isi Daya Hanya 20 Menit

Dukung Transisi Energi, SPKLU Terbesar di Indonesia Ada di Bekasi, Isi Daya Hanya 20 Menit

Seiring dengan pesatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pengisian daya yang mumpuni menjadi hal yang krusial. 

Trending

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur. 
KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melalui seorang juru bicara, melarang para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda untuk bermain. Namun, Maarten Paes tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

​​​​​​​Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?
Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak menghapus kesan positif di mata dunia. Media Vietnam heran dengan pujian pelatih Bulgaria.
Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi sidak SMA Negeri di Subang, temukan kondisi kotor dan atap rusak. Ia langsung kucurkan Rp20 juta dan beri nasihat tegas soal kreativitas.
Selengkapnya

Viral