Komisioner KPU Pasaman Barat Dorong Pendidikan Politik untuk Perkuat Demokrasi Lokal
- Istimewa
Diskusi dalam kegiatan tersebut juga menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kualitas demokrasi bukan semata-mata berada di tangan penyelenggara pemilu. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan proses demokrasi berjalan jujur, adil, dan bermartabat. Tanpa pemahaman politik yang memadai, demokrasi berisiko terjebak pada formalitas prosedural tanpa substansi.
Lebih lanjut, Akbar menyampaikan bahwa pendidikan politik harus dipahami sebagai investasi jangka panjang bagi daerah. Dengan meningkatnya kesadaran politik warga, diharapkan akan tumbuh budaya politik yang lebih dewasa, menjunjung tinggi etika, rasionalitas, serta kepentingan publik di atas kepentingan sesaat maupun kelompok tertentu.
“Kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas pemilihnya. Jika masyarakat paham dan sadar politik, maka proses pemilu akan berjalan lebih sehat dan hasilnya pun lebih berkualitas,” katanya.
Melalui kegiatan ini, KPU Pasaman Barat berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem demokrasi yang kuat dan berkelanjutan. Upaya penguatan pendidikan politik dinilai perlu terus diperluas, baik melalui tatap muka langsung maupun pemanfaatan platform digital, agar pesan demokrasi dapat menjangkau lebih banyak warga.
Dengan pendekatan edukatif yang konsisten, Pasaman Barat diharapkan mampu membangun demokrasi lokal yang tidak hanya prosedural, tetapi juga substantif—demokrasi yang hidup dalam kesadaran dan partisipasi aktif warganya.
Load more