Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali Pagi Ini, Abu Vulkanik Mengarah ke Timur Laut
- Antara
Lumajang, tvOnenews.com— Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami tiga kali erupsi dalam waktu kurang dari satu jam pada Selasa pagi, dengan kolom abu vulkanik terpantau mengarah ke timur laut.
Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 08.07 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak, atau mencapai ketinggian 4.076 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, mengarah ke timur laut,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Belum genap 15 menit berselang, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 08.21 WIB. Kali ini, tinggi kolom letusan teramati lebih tinggi, mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau setara 4.276 mdpl. Arah sebaran abu vulkanik masih sama, yakni ke timur laut, dengan intensitas sedang.
Selanjutnya, erupsi ketiga tercatat pada pukul 08.24 WIB. Namun, dalam peristiwa ini, tinggi kolom abu tidak teramati secara visual karena tertutup awan atau kondisi pengamatan yang terbatas.
Aktivitas erupsi yang beruntun tersebut menegaskan bahwa Gunung Semeru masih berada dalam fase aktif. Saat ini, status gunung api tersebut berada pada Level III atau Siaga, sebagaimana ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Dengan status tersebut, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting yang harus dipatuhi masyarakat demi keselamatan. Salah satu poin utama adalah larangan beraktivitas di kawasan rawan bencana di sekitar gunung.
“Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, dengan jarak sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi,” jelas Liswanto.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi area sempadan sungai di luar zona tersebut. Aktivitas dilarang dilakukan dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena wilayah ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
PVMBG juga menegaskan larangan beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Zona ini dinilai sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Load more