News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

GMNI Kecam Tingkah AS ke Venezuela: Dunia Ini Bukan Milik Satu Negara

Amerika Serikat (AS) dengan menurunkan Pasukan Elit nya Delta Force,menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dikediamannya di Kota Caracas, Venezuela,
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 5 Januari 2026 - 17:57 WIB
GMNI Kecam Tingkah AS ke Venezuela: Dunia Ini Bukan Milik Satu Negara
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Amerika Serikat (AS) dengan menurunkan Pasukan Elit nya Delta Force,menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dikediamannya di Kota Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2025). 

Ledakan hebat yang mengguncang pangkalan udara La Carlota dan kompleks Fuerte Tiuna di Caracas, adalah pertanda dimulainya agresi militer langsung Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agresi Militer yang dilakukan AS terhadap Venezuela tercatat adalah kejadian ke-71 Intervensi Militer AS terhadap Negara Lain, selama 81 Tahun terakhir, sejarah mencatat 2 dari 71 Intervensi Militer tersebut pernah terjadi di Indonesia.

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) , bersikap mengecam dan mengutuk keras Agresi Militer yang telah dilakukan oleh Ameria Serikat kepada Venezuela.

Ketua DPP GMNI Bid.Geopolitik, Andreas H Silalahi berpendapat bahwa Agresi Militer AS ke Venezuela adalah wujud nyata Imperialisme dan Neo-Kolonialisme yang diepertonkan secara nyata kepada masyarakat Global. 

"Tindakan militer AS sudah keluar dari batasan wajar,  kategori ini sudah masuk ke ranah Penjajahan, tidak ada satupun Negara, sekuat apapun Negara itu, yang berhak memperlakukan Kepala Negara Lain, sebagai subjek Hukum Domestiknya sendiri. AS harus sadar bahwa dunia yang luas ini bukan milik nya sendiri ! " Tegas Ketua DPP GMNI BId. Geopolitik, Andreas.

Situasi yang menimpa Venezuela, Negara dengan kekayaan Alam yang besar, berupa minyak, dapat dijadikan pelajaran penting bagi Indonesia, sebagai suatu Nega yang memiliki keberlimpahan Sumber Daya Alam. Sikap waspada dinilai penting menghadapi situasi konflik Global. 

Pemerintah harus segera mengevaluasi kebijakan strategis kedepan terkait kerjasama pengelolaan SDA, sikap Arogan yang dilakukan oleh Amerika Serikat, menjadi catatan bahwa Sumber Daya Alam tetap menjadi kekuatan besar Geopolitik Global,  Indonesia dengan kekayaan Alamnya yang melimpah harus benar-benar waspada dan bersiap secara matang.

Ketua DPP GMNI Bid. Geopolitik, Andreas menegaskan "Situasi konflik Venezuela - AS adalah PR besar pemerintah dalam penetuan sikap Politik Luar Negeri dan strategi pertahanan Nasional dalam bersiap menghadapi ancaman Global. Pemerintah harus mengevaluasi ulang praktik kerjasama khususnya melibatkan Sumber Daya Alam yang kedepannya mungkin akan dijalankan bersama dengan Pemerintah AS atau Tiongkok."

Organization of the Petroleum Exporting Countries, disingkat OPEC, mencatat bahwa Venezuela adalah Negara dengan cadangan minyak terbesar didunia, dengan jumlah 303 Miliar Barel Minyak, diikuti Arab Saudi dengan Jumlah 267 Miliar Barel Minyak dan Iran dengan jumlah 209 Miliar Barel. 

Agresi Militer yang dilakukan Amerika dinilai tidak serta merta terjadi karena alasan dinamika Politik Dalam Negeri yang terjadi di Venezuela. Sebelum ditangkap oleh Delta Force , Presiden Venezuela, Nicholas Maduro mengadakan pertemuan diplomatik dengan utusan Tiongkok di Istana Miraflores (2/1/2025) Pertemuan yang berlangsung beberapa jam ini terjadi sebelum serangkaian besar ledakan terjadi di Caracas, Venezuela. 

Pertemuan ini tentu tidak sesederhana itu. Hubungan Diplomatik Venezuela dengan Tiongkok sudah terjalin cukup lama, khususnya perihal Sumber Daya Alam, minyak milik Venezuela.

Hubungan Venezuela dengan Tiongkok dalam hal sumber daya Alam berupa minyak terhubung oleh utang Miliaran Dollar Pemerintah Venezuela kepada Pemerintah Tiongkok. 

Utang Pemerintah Venezuela dimulai pada 2007, masa pemerintahan Presiden Hugo Chavez saat itu. Venezuela saat itu, meminjam lebih dari USD50 miliar dari Beijing di bawah kesepakatan pinjaman untuk minyak, dengan utang yang tentunya bertambah hingga sekarang. 

Kesepakatan tersebut memberikan China akses minyak Venezuela sebagai bentuk perimbangan utang yang telah disepakati, namun pada Agustus 2019 China National Petroleum Corp (CNPC) berhenti membawa minyak Venezuela dikarenakan Amerika memperketat sanksi terhadap eksportir Amerika Selatan itu. 

Tetapi, menurut Laporan Reuters mereka terus menemukan jalannya ke China melalui pedagang yang mengubah nama bahan bakar itu menjadi Malaysia. 

Hal ini tentu berkolerasi terkait perang dagang yang saat ini semakin memanas diantara Amerika - Tiongkok khususnya pada sektor dagang yang berkaitan dengan Sumber Daya Alam. 

Terbukti Pasca ditangkapnya Maduro, Presiden Amberika Serikat Donald Trump, Saat konferensi pers terkait penangkapan Maduro tentang tuduhan peredaran narkoba dan senjata ke AS, Dalam konferensi pers pada hari Sabtu, Trump mengatakan AS akan mengelola Venezuela dan mengambil alih produksi minyaknya, dengan mengatakan, "Seperti yang diketahui semua orang, bisnis minyak di Venezuela telah gagal total untuk jangka waktu yang lama.

"Kita akan meminta perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk, mengalokasikan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara tersebut," kata Trump.

GMNI menilai tindakan AS ini adalah bagian dari pola panjang intervensi imperialisme, yang kerap menggunakan dalih demokrasi, anti terorisme, dan terakhir pemberantasan narkoba untuk menjatuhkan, melemahkan atau mengkriminalisasi pemimpin negara-negara yang menolak tunduk pada kepentingan geopolitik Barat. 

GMNI mengingatkan, sejarah Indonesia memberikan pelajaran pahit di era Presiden Sukarno. Sebagai pemimpin yang secara konsisten menentang imperialisme dan menggagas politik Non-Blok dan NEFO, Sukarno menjadi sasaran tekanan Barat yang sistematis.

"Melalui kombinasi operasi intelijen, perang opini dan eksploitasi konflik internal, kekuasaan Bung Karno dilemahkan secara bertahap hingga akhirnya runtuh pasca 1965," jelas Andreas.

GMNI melanjutkan, dokumen dan kajian sejarah menunjukkan bahwa kekuatan asing, terutama AS dan sekutunya, terlibat dalam proses tersebut. 

Dalam konteks itu, tindakan terhadap Presiden Venezuela harus dipahami sebagai kelanjutan praktik lama imperialisme, yakni menghukum negara yang berani menempuh jalan politik dan ekonomi yang tidak sejalan dengan kepentingan Washington.

"Mengkriminalisasi atau menangkap kepala negara berdaulat bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi serangan terhadap hak rakyat suatu bangsa menentukan nasibnya sendiri," beber Andreas.

GMNI juga mengingatkan Pemerintah dalam hal upaya penajajakan kesepakatan Asing terhadap Negara-Negara lain, Indonesia dulunya dikenal dengan Politik Luar Negeri yang bebas-aktif, dalam hal Bebas dalam menentukan sikap dan aktif dalam memelihara kepentingan Nasional

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

GMNI pun menilai, sikap pemerintah Indonesia yang menyerukan pentingnya penghormatan terhadap Hukum Internasional masih dalam kategori opini normatif dan terkesan masih abu-abu dalam menunjukan Standing Position sebagai Negara yang menganut sistem Politik Luar Negeri Bebas-Aktif. 

"Pemerintah harus tegas, sebagai bangsa yang berprinsip anti penjajahan, pemerintah Indonesia wajib menggalang solidaritas global, khususnya Negara non-block untuk menentang intervensi AS di Venezuela, sebagaimana standing position Indonesia dalam membela Palestina dari agresi Israel sampai sekarang," jelas Ketua DPP GMNI Bid. Geopolitik, Bung Andreas. (aag) 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Analisis BMKG: Gempa Kuat di Talaud Dipicu Deformasi Lempeng Maluku

Analisis BMKG: Gempa Kuat di Talaud Dipicu Deformasi Lempeng Maluku

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan ilmiah terkait gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (10/1) malam. 
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung Minggu Ini 11–10 Januari 2026

Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung Minggu Ini 11–10 Januari 2026

Astrologi Tiongkok meramalkan 5 shio yang paling beruntung pada minggu ini, 11–10 Januari 2026. Keberuntungan mengalir deras, terutama dalam keuangan.
Review Papa Zola The Movie: Animasi Keluarga yang Menggali Makna Ayah di Balik Humor

Review Papa Zola The Movie: Animasi Keluarga yang Menggali Makna Ayah di Balik Humor

Berbeda dari animasi petualangan atau aksi yang mendominasi layar lebar, film Papa Zola The Movie memilih fokus pada relasi keluarga, khususnya hubungan antara
Hadapi Pemuncak Klasemen, Bima Sakti Yakin Persela Bisa Tumbangkan Barito Putra

Hadapi Pemuncak Klasemen, Bima Sakti Yakin Persela Bisa Tumbangkan Barito Putra

Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, menegaskan optimismenya jelang laga krusial menghadapi pemuncak klasemen Barito Putra pada lanjutan Pegadaian Championship 2025–2026.
Sabtu Malam, Kepulauan Talaud Sulut Diguncang Gempa Kuat Magnitudo 7,1

Sabtu Malam, Kepulauan Talaud Sulut Diguncang Gempa Kuat Magnitudo 7,1

Wilayah Sulawesi Utara, tepatnya di Melonguane, Kepulauan Talaud, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,1 pada Sabtu (10/1) malam. 
Gugat Denada atas Dugaan Penelantaran Anak Kandung 24 Tahun, Ressa Bilang Panggilan ke Ibu Kandungnya 'Mbak'

Gugat Denada atas Dugaan Penelantaran Anak Kandung 24 Tahun, Ressa Bilang Panggilan ke Ibu Kandungnya 'Mbak'

Al Ressa Rizky Rosano (24), pemuda Banyuwangi yang ngaku sebagai anak kandung memanggil Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan dengan sebutan "mbak" atau "kakak".

Trending

Denada Bikin Tulisan Menyentuh usai Digugat atas Dugaan Telantarkan Anak Kandung Selama 24 Tahun: I Miss You

Denada Bikin Tulisan Menyentuh usai Digugat atas Dugaan Telantarkan Anak Kandung Selama 24 Tahun: I Miss You

Penyanyi Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan membuat tulisan rindu mendiang ibunda, almarhumah Emilia Contessa usai digugat anak kandung, Ressa Rizky Rosano.
Dibuang Ajax, Bek Argentina Ini Resmi Gabung Persib Bandung Gantikan Federico Barba?

Dibuang Ajax, Bek Argentina Ini Resmi Gabung Persib Bandung Gantikan Federico Barba?

Persib Bandung kembali dikaitkan dengan satu nama asing yang cukup mengejutkan di bursa transfer. Bek asal Argentina, Gaston Avila kini curi perhatian bobotoh.
Cerita Pilu Warga Tayu Pati Rumahnya Ambrol Diterjang Banjir, Gendong Ibu Susuri Tanggul saat Air Bah Datang

Cerita Pilu Warga Tayu Pati Rumahnya Ambrol Diterjang Banjir, Gendong Ibu Susuri Tanggul saat Air Bah Datang

Ainun Najib (27) tak menyangka bahwa nasib apes akan menimpa hidupnya. Rumahnya yang berada di tepi Sungai Silugonggo, Desa Sambiroto, Tayu, Pati, ambrol diterjang banjir.
Prediksi Barcelona vs Real Madrid 12 Januari 2026, Siapa yang Diunggulkan Juara Piala Super Spanyol?

Prediksi Barcelona vs Real Madrid 12 Januari 2026, Siapa yang Diunggulkan Juara Piala Super Spanyol?

Barcelona akan berupaya untuk pertahankan gelar Piala Super Spanyol saat bersua Real Madrid di King Abdullah Sport City, Jeddah, Senin dini hari WIB (12/1/2026)
Banjir Setinggi 2 Meter Landa Kecamatan Tayu Pati Malam Ini, Warga Saling Bantu Lakukan Evakuasi

Banjir Setinggi 2 Meter Landa Kecamatan Tayu Pati Malam Ini, Warga Saling Bantu Lakukan Evakuasi

Banjir dengan ketinggian yang mencapai kisaran 2 meter melanda sejumlah di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati bagian utara, Jawa Tengah, Jumat (9/1/2026) malam.
Pemkot Tangsel Bayar Rp90 Juta Untuk Buang Sampah ke Cileungsi

Pemkot Tangsel Bayar Rp90 Juta Untuk Buang Sampah ke Cileungsi

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengklaim pembuangan sampah sebanyak 200 ton ke TPA yang dikelola PT Aspex Kumbong di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan membayar Rp90 juta per hari.
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 11 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 11 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan keuangan zodiak besok 11 Januari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo, lengkap dengan peluang rezeki dan nasihat finansial.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT