TNI AU Salurkan 900 Ton Logistik Bencana dari Lanud Halim, Distribusi Fokus Aceh dan Sumatera
- Antara
Pesawat Angkut Dikerahkan untuk Airdrop dan Helibox
Selain helikopter, TNI AU juga mengerahkan pesawat angkut strategis dan taktis guna mempercepat distribusi bantuan. Pengiriman logistik dilakukan baik dengan metode pendaratan langsung di bandara terdekat maupun melalui teknik airdrop dan helibox ke daerah yang benar-benar terisolasi.
Pesawat angkut yang telah dikerahkan dalam operasi kemanusiaan ini antara lain:
-
A-400M
-
C-130J Super Hercules
-
CN-295
-
C-212
Menurut I Nyoman, penggunaan pesawat angkut menjadi krusial untuk mengangkut bantuan dalam jumlah besar sekaligus menjangkau wilayah yang tidak memungkinkan pendaratan helikopter secara optimal.
Dukungan Alutsista Udara Terus Dilanjutkan
TNI AU memastikan bahwa dukungan alutsista udara dalam misi kemanusiaan ini akan terus berlanjut seiring proses pemulihan wilayah terdampak bencana. Fokus utama saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pangan, obat-obatan, dan perlengkapan darurat, dapat terpenuhi secara merata.
“Pengerahan alutsista udara akan terus kami lakukan guna membantu proses pemulihan wilayah pascabencana, khususnya di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya,” tegas I Nyoman.
Ia menambahkan, TNI AU juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, serta instansi terkait lainnya agar distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Komitmen TNI AU dalam Misi Kemanusiaan
Penyaluran 900 ton logistik ini mencerminkan peran strategis TNI AU tidak hanya dalam menjaga kedaulatan udara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam operasi kemanusiaan. Dengan kemampuan mobilisasi cepat dan jangkauan luas, kekuatan udara menjadi tulang punggung dalam penanganan bencana berskala besar di wilayah Indonesia.
Ke depan, TNI AU menegaskan akan tetap siaga menghadapi potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. (ant/nsp)
Load more