Sikap Tegas TNI AU Tanggapi Video Viral Dugaan Transaksi Tramadol di Seberang Markas Satrekon
- tvOne - edy cahyono
Jakarta, tvOnenews.com - TNI AU menyikapi terkait adanya dugaan penjualan obat keras jenis Tramadol yang viral di media sosial belakangan ini.
Dalam video viral, aktivitas transaksi penjualan Tramadol diduga lewat sistem cash on delivery (COD). Itu terjadi di seberang Markas Satuan Rekonstruksi (Satrekon), Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur.
Perekam mengingatkan orang yang terlibat agar tidak transaksi obat keras tersebut. Setelah meninggalkan lokasi, perekam bertanya-tanya alasan TNI AU tidak bertindak terhadap praktik jual beli obat keras secara ilegal.
TNI AU langsung merespons video viral dugaan transaksi Tramadol di seberang markas. TNI AU membantah berkaitan dengan aktivitas jual beli obat keras tersebut.
"TNI Angkatan Udara menegaskan bahwa, institusi maupun personel TNI AU tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan dugaan aktivitas transaksi obat keras tanpa izin di lokasi yang disebutkan dalam video tersebut," ungkap TNI AU dalam keterangan resminya melalui Instagram @militer.udara dikutip, Rabu (18/3/2026).
Klarifikasi Pengendara Sepeda Motor Dinas TNI AU di Lokasi Dugaan Transaksi Tramadol
TNI AU tampaknya sudah melihat dari video yang merebak di media sosial tersebut. Di dalamnya, terdapat seorang pengendara yang menggunakan motor dinas dari pihaknya.
Di video tersebut, pengendara yang mengendarai sepeda motor dinas TNI AU berbelok ke arah lokasi. Itu terjadi saat beberapa orang diduga melakukan transaksi Tramadol.
TNI AU membantah keras kendaraan motor dinas miliknya diduga ingin transaksi Tramadol di lokasi tersebut. Lagi pula, anggota yang mengendarai motor tersebut bukan bertujuan ke lokasi kejadian.
"Melainkan anggota yang bersangkutan sedang menuju penjual minuman di sekitar lokasi untuk membeli minuman," terangnya.
Terkait video dugaan jual beli obat keras diduga di dekat Markas Satrekon, TNI AU menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut tentu tidak termasuk wilayah Satrekon, melainkan berada di luar area markas.
TNI AU menyayangkan video tersebut langsung viral hingga menuai beragam respon negatif di ruang jagat maya. Padahal faktanya bukan di wilayah Satrekon.
Load more