Festival Desa ke-5: Tegaskan Politik Kebudayaan PDIP Berpijak pada Desa
- istimewa
Dalam kesempatan yang sama, Rano Karno juga menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan sejak badan tersebut dibentuk.
“Sejak kita diberikan kepercayaan oleh DPP membentuk badan ini, susah payah kita mencari bentuk, mencari badan, mencari apa yang harus kita lakukan, sehingga lahirlah beberapa program BKN,” ujarnya.
“Kami DPP mengucapkan terima kasih atas jerih payah semua anak-anak dari BKN," jelasnya.
Festival Desa ke-5 Tahun 2025 menegaskan bahwa kebudayaan, bagi PDI Perjuangan, bukan sekadar ruang ekspresi, melainkan jalan perjuangan untuk menjaga kehidupan.
Dari desa, nilai-nilai Pancasila terus dihidupkan dalam praktik, bukan sekadar wacana, sebagai fondasi keberlanjutan Indonesia ke depan.
Sebagai penutup rangkaian acara, awarding Festival Desa ke-5 Tahun 2025 juga menjadi penanda serah terima kepemimpinan Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan, dari Aria Bima selaku Ketua BKN periode 2020–2025 kepada Elfonda ’Once’ Mekel sebagai Ketua BKN periode 2025–2030.
Momentum ini dimaknai sebagai kesinambungan kerja politik kebudayaan PDI Perjuangan -bahwa merawat kebudayaan bukanlah kerja satu periode, melainkan perjuangan panjang yang berpijak pada desa, tanah, dan nilai-nilai rakyat sebagai sumber kekuatan ideologis bangsa.
Dalam pidato pamitnya sebagai Ketua BKN PDI Perjuangan periode 2020–2025, Aria Bima menegaskan bahwa kerja kebudayaan tidak dapat dijalankan secara instan.
“Kerja kebudayaan menuntut tempo yang berbeda. Ia memilih berjalan pelan agar akarnya kuat, agar yang tumbuh tidak mudah tumbang oleh perubahan zaman,” kata Aria Bima.
Festival Desa ke-5 Tahun 2025 menghasilkan Pemenang Kategori Video Kreatif untuk karya berjudul ’Jejak di Tanah Warisan’, karya Romy Ardiyanto dari Banyuwangi.
Sementara Pemenang Kategori Puisi diraih ’Ketika Kalian Ke Tanah Kami’ karya Palka Studio dari Tabanan, Bali. (aag)
Load more