News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Isu Kerusakan Hutan Ramai, Ucapan Harrison Ford pada Pemerintah Indonesia Kembali Muncul

Percakapan Harrison Ford dengan Zulkifli Hasan soal kerusakan hutan kembali viral setelah banjir bandang di Sumatera memicu sorotan soal alih fungsi lahan.
Jumat, 28 November 2025 - 16:47 WIB
Harrison Ford dan Toby Jones dalam proses produksi "Indiana Jones" (2023)
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Banjir bandang yang menerjang wilayah Tapanuli Raya, Sumatera Utara, kembali membangkitkan sorotan tajam soal kerusakan hutan dan tata kelola lahan di Indonesia.

Di tengah unggahan video banjir, tumpukan kayu besar terbawa arus menjadi bukti visual yang memicu perdebatan publik. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyebut bencana ini bukan sekadar akibat curah hujan ekstrem, tetapi hasil dari kerusakan ekosistem yang sudah berlangsung lama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam respons pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menegaskan bahwa saat ini pemerintah fokus menangani evakuasi, pemulihan akses bantuan, dan kebutuhan mendesak warga. Soal penyebab ekologis, termasuk dugaan alih fungsi lahan, akan ditelusuri setelah fase darurat selesai.

Namun di tengah isu ini, publik kembali mengangkat salah satu momen paling kontroversial terkait deforestasi: wawancara aktor Hollywood Harrison Ford dengan Menteri Kehutanan saat itu, Zulkifli Hasan, pada 2013. Cuplikan video dokumenter Years of Living Dangerously kembali viral di media sosial dan platform X.

Dalam video berdurasi empat menit itu, Ford tampak emosional usai melihat langsung kerusakan hutan di kawasan Tesso Nilo, Riau. Ia berkali-kali menggelengkan kepala sebelum berkata lantang:

“I can't wait to see the minister of forestry! I can’t wait!”

Percakapan Ford dan Zulhas berlanjut di kantor Kementerian Kehutanan. Berikut cuplikan dialog yang kini kembali ramai dibahas:

Ford membuka percakapan:
“In the last 15 years, 80 percent of the forest has been commercially exploited. Indonesians say there is strong connection between business and politics. What do you say?”
(Dalam 15 tahun terakhir, 80 persen hutan telah tereksploitasi secara komersil. Banyak orang Indonesia yang menyebut adanya hubungan kuat antara bisnis dan politik, bagaimana pendapatmu?")

Zulhas menjawab dengan tenang:
“Kita baru belajar berdemokrasi. Saya yakin dalam waktu panjang akan terjadi titik seimbang.”

Ford lalu bertanya soal persetujuan proyek perlindungan gambut:
“Will you sign the paper to preserve this critical natural resource?”
(Akankah Anda menandatangani surat tersebut untuk melestarikan sumber daya alam yang penting ini?) 

Zulhas menjawab:
“Kalau mereka setuju, saya minggu depan bisa.”

Namun bagian paling viral adalah ketika Ford menyinggung kondisi Tesso Nilo.

Ford berkata dengan nada tegas:
“Only 18 percent remains. New roads, illegal logging, trees cut and burned. It’s heartbreaking. What have you done?”
(“Yang tersisa hanya 18 persen. Ada jalan baru, pembalakan liar, pohon ditebang dan dibakar. Ini menghancurkan hati. Apa yang sudah Anda lakukan?”)

Zulhas menanggapi:
“Ini bukan Amerika. Kami baru mengalami reformasi. Kadang-kadang kami surplus demokrasi. Karena itu kami buat program memindahkan masyarakat dan mencari lahan pengganti.”

Ford lalu memotong:
“So you're willing to lose the battle?”
(“Jadi Anda siap kalah dalam perjuangan ini?”)

Zulhas menjawab pendek:
“Ya.”

Momen itu menutup percakapan yang kini kembali menjadi refleksi keras di tengah bencana yang terjadi.

Isu kerusakan hutan kembali menjadi sorotan publik, terlebih setelah data BNPB mencatat banjir bandang dan longsor melanda 13 kabupaten/kota dan menyebabkan ribuan warga mengungsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini pertanyaan yang dulu diajukan Harrison Ford kembali mengemuka:
Apakah Indonesia siap menjaga hutan, atau kembali "kalah dalam pertempuran" karena tekanan bisnis dan politik?

(nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral