News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Profil Cucun Ahmad Syamsurijal Viral: Sosok Wakil Ketua DPR yang Kontroversi Usai Usul Ahli Gizi Diganti Lulusan SMA

Profil lengkap Cucun Ahmad Syamsurijal viral setelah pernyataannya soal ahli gizi bisa diganti lulusan SMA untuk program MBG menuai kritik luas.
Senin, 17 November 2025 - 15:20 WIB
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Cucun Ahmad Syamsurijal mendadak menjadi perbincangan nasional setelah pernyataannya mengenai profesi ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai reaksi keras. Dalam video yang viral di TikTok, Wakil Ketua DPR RI itu menyebut bahwa ahli gizi tidak diperlukan dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, peran tersebut bisa digantikan oleh “tenaga pengawas gizi” yang bahkan dapat berasal dari lulusan SMA setelah menjalani pelatihan singkat.

Pernyataan tersebut disampaikan Cucun dalam acara Rapat Konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung. Video itu diunggah akun TikTok @hudadv dan langsung memicu kontroversi luas, terutama di kalangan ahli gizi dan tenaga kesehatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polemik Dimulai dari Keluhan Kekurangan Ahli Gizi

Dalam forum tersebut, seorang peserta mengeluhkan kesulitan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menemukan ahli gizi untuk mengawasi SPPG. Ia meminta agar orang yang direkrut tanpa latar belakang pendidikan gizi tidak lagi disebut ahli gizi, melainkan cukup sebagai pengawas produksi atau quality control.

Peserta itu juga mengusulkan BGN berkolaborasi dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan HAKLI agar kebutuhan tenaga ahli bisa terpenuhi. Namun usulan itu justru memicu perdebatan setelah Cucun tiba-tiba memotong pembicaraan peserta dan menyebutnya arogan.

“Pembuat kebijakan itu saya,” tegas Cucun sambil mengatakan bahwa diksi “ahli gizi” akan ia ubah menjadi “tenaga yang menangani gizi”.

“Tidak Perlu Ahli Gizi, Lulusan SMA Bisa”

Dalam video yang viral, Cucun menegaskan bahwa program MBG tidak memerlukan ahli gizi. Ia menyebut lulusan SMA pun bisa menggantikan posisi tersebut jika sudah mengikuti pelatihan selama tiga bulan.

“Nanti tinggal ibu kadinkes melatih orang. Anak-anak SMA cerdas, dilatih sertifikasi, saya siapkan BSNP,” katanya.
Pernyataan ini langsung menuai kritik publik. Akun TikTok milik Partai Gerindra bahkan ikut memberi komentar, menyebut ucapan Cucun berbahaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga Minggu pagi, video tersebut telah ditonton lebih dari 619 ribu kali, disukai lebih dari 31 ribu kali, dan memicu ribuan komentar bernada keberatan.

Ahli Gizi Kecewa, Sebut Regulasi Mengacak-Acak Profesi
Devi, peserta yang merekam video, juga mengungkap bahwa regulasi baru yang memperbolehkan ahli gizi dari jurusan non-gizi sudah disampaikan sebelumnya oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana. Menurutnya, regulasi itu menimbulkan kemarahan para ahli gizi karena profesi mereka diatur oleh undang-undang khusus.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral