Dari Penjarahan Brutal ke Pembongkaran: 6 Fakta Mengejutkan Rumah Ahmad Sahroni
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Rumah Anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara, kini resmi dirobohkan. Keputusan itu diambil setelah kediamannya menjadi sasaran penjarahan besar-besaran pada 30 Agustus 2025.
Aksi massa yang berlangsung selama lebih dari tiga hari tersebut membuat rumah mewah milik politisi Partai Nasdem itu nyaris luluh lantak. Berikut rangkuman fakta-fakta terbaru tentang pembongkaran rumah tersebut.
1. Rumah Dirobohkan Setelah Rusak Berat Akibat Dijarah
Pasca-kerusuhan, kondisi rumah Sahroni tidak lagi layak huni. Hampir semua bagian mengalami kerusakan: pagar jebol, pintu digedor, kaca pecah, hingga struktur bangunan retak akibat dorongan massa. Bagian dalam rumah lebih parah lagi. Furnitur hancur, perabot hilang, lantai berantakan, dan hampir seluruh ruangan porak-poranda.
Sahroni menyebut sisa bangunan tidak aman lagi. Karena itu, ia memutuskan untuk mengrobohkan seluruh struktur dan membangun ulang dari nol. Proses pembongkaran dilakukan secara resmi dan disaksikan warga serta tokoh masyarakat.
2. Hampir Seluruh Barang Berharga Hilang atau Hancur
Kerusakan rumah bukan satu-satunya alasan pembongkaran. Pada saat penjarahan, massa mengangkut berbagai barang mewah dari dalam rumah. Barang elektronik seperti televisi, kulkas, serta lampu dan lukisan ikut dibawa kabur. Koleksi pribadi Sahroni seperti tas branded, sepatu mewah, dokumen penting, hingga patung Iron Man ratusan juta raib.
Bahkan uang dolar Singapura pecahan 1.000 tampak disebar ke jalan oleh pelaku penjarahan. Brankas rumah juga diangkut ramai-ramai. Kerugian besar ini membuat rekonstruksi ulang rumah menjadi pilihan paling realistis.
3. Lima Mobil Mewah Rusak Parah, Satu Berhasil Diselamatkan
Aksi massa menghancurkan sedikitnya lima mobil mewah milik Sahroni yang terparkir di garasi. Salah satu yang terekam jelas adalah mobil Lexus yang hancur dipukuli dan dilempari. Sejumlah mobil lain ringsek, kacanya pecah, dan body rusak berat.
Menurut pengakuan warga sekitar, sebagian mobil sebenarnya sudah diamankan lebih dulu. Hanya satu yang tertinggal karena masih dalam pengawasan ajudan. Kerusakan besar pada garasi dan kendaraan juga memperkuat keputusan merobohkan rumah.
Load more