News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa yang Akan Jadi Raja Solo Berikutnya? Tiga Nama Muncul Setelah Wafatnya Pakubuwono XIII

Setelah wafatnya Pakubuwono XIII, perebutan takhta Keraton Solo mengerucut pada tiga nama besar: Gusti Purboyo, KGPH Mangkubumi, dan Tedjowulan.
Kamis, 13 November 2025 - 20:13 WIB
Pemakaman Pakubuwono XIII
Sumber :
  • ANTARA

Solo, tvOnenews.com – Duka menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi berpulang pada Minggu (2/11/2025) di RS Indriati, Solo, setelah berjuang melawan komplikasi penyakit. Namun, di balik duka, muncul pertanyaan besar: siapa yang akan meneruskan takhta Raja Solo?

Dalam tradisi Jawa, penerus raja biasanya adalah putra tertua dari permaisuri resmi. Tapi kali ini, proses suksesi tak semulus yang diharapkan. Setelah wafatnya PB XIII, tiga nama besar muncul dan menjadi sorotan publik: Gusti Purboyo, KGPH Mangkubumi, dan Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Gusti Purboyo: Putra Mahkota Muda yang Siap Naik Takhta

Gusti Purboyo, atau KGPAA Hamangkunegoro, merupakan putra bungsu PB XIII dari permaisuri ketiga, GKR Pakubuwono (KRAy Adipati Pradapaningsih).
Pria berusia 23 tahun ini dikenal cerdas dan rendah hati. Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Diponegoro dan kini tengah melanjutkan studi Magister Politik dan Pemerintahan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Purboyo sebelumnya telah dilantik sebagai Putra Mahkota pada 27 Februari 2022, sebuah prosesi adat yang sah menurut tradisi keraton. Karena itu, banyak pihak menganggap dialah calon kuat penerus takhta sebagai PB XIV.

Namun, langkahnya menuai penolakan dari sebagian keluarga keraton, terutama karena rencana jumenengan (penobatan) yang dijadwalkan terlalu cepat—hanya dua minggu setelah wafatnya PB XIII.

“Biar saja mau jalan, tapi saya tetap akan berpegang pada 40 hari atau 100 hari,” tegas Gusti Moeng, putri PB XII sekaligus tokoh penting Keraton Surakarta.

2. KGPH Mangkubumi: Putra Tertua, Tapi Bukan dari Permaisuri

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Mangkubumi, putra sulung PB XIII dari istri kedua KRAy Winari, juga muncul sebagai kandidat penerus. Ia bahkan resmi dinobatkan sebagai Pangeran Pati atau penerus takhta oleh sebagian besar keluarga besar Keraton pada Kamis (13/11/2025).

Namun, posisi Mangkubumi tidak sepenuhnya kuat. Ia bukan anak dari permaisuri yang sah secara adat, dan ibunya telah bercerai dengan PB XIII sebelum sang ayah naik takhta.
Faktor inilah yang membuat peluangnya untuk menjadi raja penuh tanda tanya, meskipun dukungan internal terhadapnya cukup besar.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral