News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Panggil Dua Tenaga Ahli Anggota DPR Heri Gunawan, Terseret Kasus Korupsi Dana CSR BI-OJK

​​​​​​​KPK memanggil dua tenaga ahli Heri Gunawan dalam kasus dugaan korupsi dana CSR BI dan OJK. Kasus ini juga menyeret anggota Komisi XI DPR.
Kamis, 13 November 2025 - 14:11 WIB
Ketua KPK Setyo Bidiyanto di Gedung KPK
Sumber :
  • Tangkapan Layar tvOne

Jakarta, tvOnenews.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi terkait penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kali ini, lembaga antirasuah tersebut memanggil dua tenaga ahli dari anggota DPR RI Heri Gunawan untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi atas nama MAT dan HM, yang merupakan tenaga ahli dari anggota DPR RI periode 2019–2024 Heri Gunawan,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (13/11).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain dua tenaga ahli itu, KPK juga memanggil beberapa saksi lain, antara lain seorang ibu rumah tangga berinisial MBD, dua mahasiswa berinisial SH dan SRV, serta seorang dokter bernama WRA. Semua saksi diperiksa untuk mendalami aliran dana serta dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus tersebut.

Kasus Bermula dari Laporan PPATK dan Pengaduan Masyarakat

Penyidikan kasus ini bermula dari laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta aduan masyarakat terkait dugaan penyimpangan dana CSR yang dikelola oleh Bank Indonesia dan OJK. Berdasarkan laporan tersebut, KPK mulai melakukan penyelidikan umum sejak Desember 2024.

Dalam proses penyidikan, KPK menemukan adanya indikasi penyalahgunaan dana program sosial Bank Indonesia (PSBI) dan Penyuluh Jasa Keuangan (PJK) periode 2020–2023. Dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan sosial dan pemberdayaan masyarakat itu diduga diselewengkan untuk kepentingan pribadi dan politik sejumlah pihak.

Penggeledahan di Dua Lembaga Keuangan Negara

Untuk menguatkan bukti, KPK melakukan penggeledahan di dua lokasi strategis pada akhir 2024. Penggeledahan pertama dilakukan di Gedung Bank Indonesia, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada 16 Desember 2024. Beberapa hari kemudian, pada 19 Desember 2024, giliran Kantor OJK yang menjadi sasaran tim penyidik.

Dari dua lokasi tersebut, KPK mengamankan sejumlah dokumen penting dan data elektronik yang diduga berkaitan dengan penyaluran dana CSR. Barang-barang tersebut kini tengah dianalisis untuk menelusuri aliran dana yang mencurigakan.

Dua Anggota DPR Ditapkan Tersangka

Setelah melalui proses penyidikan panjang, KPK akhirnya menetapkan dua anggota DPR RI sebagai tersangka, yakni Satori (ST) dan Heri Gunawan (HG). Keduanya merupakan anggota Komisi XI DPR periode 2019–2024 yang diketahui membidangi urusan keuangan, perbankan, dan lembaga keuangan negara seperti BI dan OJK.

Penetapan tersangka terhadap kedua legislator tersebut diumumkan pada 7 Agustus 2025. KPK menduga ada keterlibatan mereka dalam mengarahkan atau memanfaatkan dana CSR dari dua lembaga keuangan negara itu untuk kepentingan yang tidak sesuai aturan.

KPK Dalami Peran Tenaga Ahli

Pemanggilan dua tenaga ahli Heri Gunawan pada pekan ini dinilai sebagai langkah penting untuk memperdalam konstruksi perkara. Penyidik ingin mengetahui sejauh mana peran para tenaga ahli dalam proses pengajuan, penyaluran, hingga penggunaan dana CSR yang menjadi sorotan publik.

Hingga saat ini, KPK belum mengumumkan hasil pemeriksaan terbaru. Namun, lembaga antikorupsi itu memastikan akan terus menelusuri pihak-pihak lain yang diduga turut menikmati aliran dana CSR tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini menjadi perhatian besar publik, mengingat dana CSR BI dan OJK semestinya digunakan untuk kepentingan sosial masyarakat, bukan sebagai alat politik atau sumber keuntungan pribadi.

KPK menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar, termasuk menindak siapa pun yang terbukti terlibat, tanpa pandang jabatan maupun status politik. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral