News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Mengejutkan di Balik Ledakan SMAN 72: Pelaku Diduga Korban Bullying dan Pernah Coba Lakukan…

Tragedi ledakan SMAN 72 Jakarta diduga dipicu dendam korban bullying. KPAI ingatkan bahaya bullying bisa ubah korban jadi pelaku ekstrem.
Sabtu, 8 November 2025 - 15:59 WIB
Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Sumber :
  • tvOnenews/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com — Ledakan dahsyat yang mengguncang Masjid SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat (7/11/2025) siang menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar. Di balik peristiwa mencekam itu, muncul dugaan bahwa pelaku pemasangan bahan peledak merupakan korban bullying yang sudah lama menanggung tekanan berat dari teman-temannya.

Menurut kesaksian eksklusif yang diterima tvOnenews dari salah satu keluarga korban yang merupakan siswa SMAN 72, pelaku disebut sebagai siswa yang dikenal pendiam dan kerap menjadi sasaran ejekan di sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Keterangan dari teman-teman adikku di sekolah, anak ini pendiam dan sering dibully. Dia mau balas dendam ke teman-teman kelas 12, tapi korbannya justru banyak dari kelas 10 dan 11, termasuk satu orang di kantin,” ujar sumber keluarga korban, Sabtu (8/11/2025).

Keterangan itu memperkuat dugaan bahwa motif di balik ledakan tersebut adalah dendam akibat perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan sekolah. Pelaku disebut memasang bahan peledak di tiga titik: masjid, kantin, dan area tempat para pembully sering berkumpul.

Tidak hanya itu, keluarga korban juga menjelaskan bahwa pelaku diduga pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan cara lompat dari lantai tiga sekolah tersebut. 

“Info lagi, anaknya pernah coba bunuh diri lompat dari lantai tiga sekolah,” tambah sumber tersebut.

Meskipun begitu, hal ini belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut dan menunggu pernyataan resmi pihak kepolisian. 

Ledakan Terdengar Tiga Kali

Sama halnya dengan pernyataan seorang saksi mata, Z (17), siswa kelas XI SMAN 72, mengaku menyaksikan langsung detik-detik ledakan terjadi. Saat itu, ia tengah berwudhu di sekitar masjid menjelang salat Jumat.

“Pas saya di lokasi itu, saya masih sempat bercanda di luar. Pas mau masuk, rame banget. Saya dengar ledakan pertama dari arah masjid, lalu dua kali lagi dari arah kantin dan tempat duduk-duduk siswa,” tutur Z kepada wartawan.

Ledakan keras di dalam masjid memicu kepanikan besar. Kepulan asap tebal dan kobaran api langsung membumbung tinggi, membuat seluruh siswa berhamburan menyelamatkan diri. Polisi menyebut total ada 96 korban luka, dengan 29 masih dirawat dan dua di antaranya dalam kondisi kritis di ICU.

KPAI: Bullying Bisa Memicu Tindakan Ekstrem

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti kasus ini sebagai peringatan keras terhadap bahaya bullying yang semakin kompleks di kalangan pelajar. Berdasarkan data KPAI, dampak bullying pada Generasi Z dan Generasi Alpha berbeda namun sama berbahayanya.

Untuk Gen Z, dampaknya meliputi tekanan psikologis, luka fisik, disabilitas sementara, bahkan bunuh diri. Sementara Gen Alpha cenderung melampiaskan trauma dengan melakukan kejahatan balik, menyakiti diri sendiri, atau membunuh karakter orang lain secara daring.

KPAI menegaskan, bullying adalah kejahatan yang harus dihentikan sampai di diri masing-masing dengan membangun ketahanan mental dan mencari bantuan psikologis. “Jika tidak disembuhkan, korban bisa berubah menjadi pelaku di kemudian hari,” tegas lembaga tersebut dalam paparannya.

Saksi dan Lingkungan Sekolah Juga Terimbas

Bagi siswa yang menyaksikan langsung aksi kekerasan atau bullying, KPAI mencatat dampak psikologis seperti rasa takut, cemas, depresi, hingga bolos sekolah. Mereka juga lebih rentan terjerumus pada penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan terlarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk memutus rantai kekerasan di sekolah, KPAI mendorong kampanye anti-bullying secara masif, pengawasan lebih ketat, serta peer counseling atau konseling sebaya. Keterlibatan orang tua dan guru sangat penting dalam memahami dinamika siswa agar tragedi serupa tidak terulang.

Kini, aparat kepolisian masih mendalami motif dan latar belakang pelaku. Namun satu hal menjadi jelas — ledakan di SMAN 72 bukan hanya persoalan kriminal, melainkan juga sinyal bahaya serius dari budaya bullying yang belum tertangani tuntas di dunia pendidikan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia disebut memiliki peluang untuk dapat memperkuat posisi sebagai negara yang mandiri di tengah tak menentunya geoekonomi dan geopolitik global dalam kurun waktu belakangan ini.
Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Kasus dugaan malapraktik di RS Muhammadiyah Medan yang menyasar seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Mimi Maisyarah turut menyita perhatian publik.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.

Trending

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Cuaca panas ekstrem saat ibadah haji bisa merusak obat. Simak cara aman menyimpan obat agar tetap efektif dan tidak berisiko bagi kesehatan jemaah.
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
Selengkapnya

Viral