News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sudewo Gagal Dimakzulkan! DPRD Hanya Beri Rekomendasi Perbaikan Kinerja, Ini Partai yang Menyelamatkan Bupati Pati

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati yang disertai penyampaian laporan Pansus Hak Angket terhadap kebijakan Bupati Pati, memutuskan Sudewo tidak bisa dimakzulkan.
Jumat, 31 Oktober 2025 - 20:27 WIB
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati memutuskan tidak memberikan rekomendasi pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, Jumat (31/10/2025).
Sumber :
  • DPRD Pati

Jakarta, tvOnenews.com - Bupati Pati Sudewo akhirnya lolos dari upaya pemakzulan yang bergulir dalam beberapa bulan terakhir. Keputusan itu diambil dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Pati yang disertai penyampaian laporan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket terhadap kebijakan Bupati Pati, Jumat (31/10/2025).

Sidang paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Pati itu menjadi puncak dari rangkaian panjang proses politik di daerah berjuluk Pati Bumi Mina Tani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rapat diwarnai perdebatan sengit antarfraksi sebelum akhirnya pengambilan keputusan dilakukan melalui mekanisme voting.

Namun dalam hasil akhir, mayoritas fraksi menolak usulan pemakzulan dan hanya merekomendasikan agar Bupati Sudewo memperbaiki kinerjanya di masa mendatang. Dengan demikian, Sudewo tetap melanjutkan jabatannya sebagai Bupati Pati.

Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas hasil tersebut. 

Ia menjelaskan, keputusan paripurna diambil berdasarkan hasil voting tujuh fraksi, ditambah perwakilan anggota DPRD dari Partai NasDem.

Menurut Ali, hanya Fraksi PDIP yang mendukung pemakzulan. Enam fraksi lainnya, yakni Gerindra, PKB, Demokrat, PKS, Golkar, dan PPP, bersama Partai NasDem, menolak pemakzulan dan memilih memberi rekomendasi perbaikan kinerja kepada Bupati.

"Dari 7 fraksi DPRD, (hanya) PDIP menginginkan, karena melihat dan mendengar hasil laporan pansus, fraksi PDIP menghendaki Bupati Pati Sudewo dimakzulkan,"  kata Ali seusai Rapat Paripurna.

"Akan tetapi ada enam fraksi gerindra, PKB, Demkorat, PKS, golkar dan PPP (plus partai NasDem) menghendaki agar Bupati Pati diberikan rekomendasi untuk perbaikan kinerja pak Bupati Pati kedepan," sambungnya.

Berdasarkan voting yang dilakukan 49 anggota DPRD yang hadir, total 36 anggota memilih tidak memakzulkan Sudewo. Sementara, 13 sisanya menyatakan ingin Sudewo dimakzulkan.

Dengan hasil tersebut, Fraksi PDIP harus menerima kekalahan. Dari 14 anggota PDIP di DPRD Pati, hanya 13 yang hadir dalam paripurna, sedangkan satu anggota, Samsi, berhalangan karena sedang menikahkan anaknya di Tanah Suci.

Ali menjelaskan, agar keputusan pemakzulan dapat disahkan, diperlukan dukungan minimal dua pertiga dari total 50 anggota DPRD Pati.

"Hak angket dilanjutkan paripurna adalah berupa rekomendasi kinerja kedepan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, keputusan paripurna tersebut bersifat final dan tidak akan dibawa ke Mahkamah Agung. 

Ali memastikan, hasil rapat akan segera disampaikan kepada Bupati Pati dan diteruskan kepada Gubernur Jawa Tengah serta Menteri Dalam Negeri.

"Mohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Pati itulah hasil akhir yang disampaikan DPRD yang bekerja dua bulan lebih. Rekomendasi akan diberikan ke Bupati Pati dan ditembusan gubernur kepada menteri dalam negeri. Tak perlu ke MA," pungkas Ali.

Sidang pemakzulan ini dikawal oleh ribuan massa pendukung pelengseran Sudewo yang menggelar aksi di sekitar DPRD dan Kantor Bupati Pati.

Terpantau oleh Tim tvOne, sempat terjadi kerusuhan dengan aksi bakar-bakaran di sekitaran lokasi demonstrasi.

Rakyat pendukung pemakzulan pun alhasil menyatakan kekecewaannya terhadap hasil putusan sidang.

"Suara rakyat mengatakan dengan lantang tidak ingin dipimpin Bupati korup dan arogan. Tetapi DPR yang katanya mewakili rakyat, tidak menyuarakan suara rakyat dengan sebenar-benarnya, malah mencederai suara itu," tulis keterangan resmi Masyarakat Pati Bersatu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami masih dengan suara kami dan tetap menginginkan Sudewo lengser apapun yang terjadi," tegas mereka.

Meski gagal dimakzulkan, hasil ini paripurna ini menjadi peringatan bagi Bupati Pati untuk memperbaiki kinerja dan memperkuat kepercayaan publik. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral