GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Yusril: Indonesia Terbuka Adopsi Common Law, Tak Kaku pada Tradisi Hukum Eropa Kontinental

Menko Yusril menjelaskan, keterbukaan terhadap sistem common law bukan berarti Indonesia akan menyalin mentah-mentah sistem hukum negara lain.
Selasa, 21 Oktober 2025 - 17:11 WIB
Menko Yusril Ihza Mahendra.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa Indonesia tidak menutup diri untuk mengadopsi prinsip-prinsip hukum dari sistem common law sebagaimana yang diterapkan di negara-negara maju.

Menurutnya, di era global saat ini, pendekatan hukum yang kaku dan terpaku pada satu tradisi justru akan membatasi perkembangan hukum nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk diketahui, common law mengutamakan preseden atau putusan pengadilan sebelumnya sebagai sumber hukum utama. Ini berbeda dengan sistem civil law yang bersumber dari undang-undang tertulis.

Common law memnuat hakim memiliki peran kunci dalam membentuk hukum melalui putusannya. Sebab, putusan hakim di masa lalu akan menjadi panduan mengikat bagi hakim di masa depan untuk kasus serupa

“Kalau sekarang sih kita kan terbuka ya, artinya kita tak semata-mata harus mengikuti tradisi hukum Eropa kontinental tapi kita juga terbuka untuk adopt berbagai praktik yang berkembang terhadap sistem common law. Bahkan kita juga mengadopsi Islamic law ke dalam sistem hukum kita,” ujar Yusril di Istana Negara, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (21/10/2025).

Yusril menjelaskan, keterbukaan terhadap sistem common law bukan berarti Indonesia akan menyalin mentah-mentah sistem hukum negara lain.

Ia menegaskan, setiap adopsi prinsip hukum asing akan disesuaikan dengan kebutuhan hukum nasional serta dikaji secara mendalam sebelum dituangkan dalam regulasi domestik.

“Dalam era dunia makin global ini, makin sulit kalau kita hanya kaku terikat pada satu sistem hukum saja. Dalam praktik pun kita sudah adopt banyak hal, jadi kita juga adopt berbagai konvensi internasional termasuk misalnya kita adopt prinsip-prinsip yang dirumuskan oleh lembaga internasional ke arah penyatuan bidang hukum perdata internasional,” paparnya.

Terkait kekhawatiran bahwa penerapan common law bisa menimbulkan masalah tata kelola seperti di beberapa negara suaka pajak, Yusril memastikan pemerintah akan melakukan penyesuaian agar sistem hukum nasional tetap memiliki kontrol yang kuat.

“Tentu hukum itu kita transformasikan ke dalam sistem hukum nasional kita dengan penyesuaian-penyesuaian untuk memenuhi kebutuhan hukum kita. Jadi tidak akan mentah-mentah diadopt, pasti akan dipertimbangkan, dianalisis dan dituangkan dalam peraturan nasional sendiri sambil kita juga melakukan penyesuaian sana-sini,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah reformasi hukum juga dilakukan sejalan dengan upaya Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan standar global, termasuk rekomendasi dari OECD.

“Kita menyesuaikan peraturan kita dengan konvensi OECD. Karena salah satu syarat kita masuk ke kelompok negara-negara maju ini adalah melakukan reformasi di bidang hukum, terkait di bidang hukum perdata dan bisnis termasuk juga pidana tindak pidana korupsi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Yusril, arah kebijakan hukum Indonesia kini semakin fleksibel dan adaptif terhadap perubahan global, tanpa kehilangan karakter dan prinsip dasar sistem hukum nasional.

“Jadi tidak sesuatu yang spesifik kita katakan bahwa kita menerima harus memegang tradisi Eropa kontinental dan tidak bisa menerima common law dalam praktik,” pungkasnya. (agr/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tiba Lebih Awal, Ratchaburi FC Matangkan Persiapan Melawan Persib dengan Adaptasi Cuaca

Tiba Lebih Awal, Ratchaburi FC Matangkan Persiapan Melawan Persib dengan Adaptasi Cuaca

Ratchaburi FC sengaja datang H-3 pertandingan ke Bandung sebelum akhirnya melawan Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Rabu (18/2/2026).
Konten Puasa Adam Alis Kembali, Kali Ini 4 Pemain Termahal Persib Turun Tangan Bangunkan Sahur

Konten Puasa Adam Alis Kembali, Kali Ini 4 Pemain Termahal Persib Turun Tangan Bangunkan Sahur

Adam Alis mengajak empat pemain termahal Persib, Andrew Jung, Layvin Kurzawa, Thom Haye dan Federico Barba untuk membuat konten sahur yang diunggah di TikTok Adam Alis pada Senin (16/2/2026). 
Ramalan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan zodiak besok, 18 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Simak prediksi soal cinta, karier, dan keuangan lengkap hari ini.
10 Ucapan Menarik Menyambut Ramadhan 2026, Siap Dikirimkan ke Teman-teman dan Keluarga

10 Ucapan Menarik Menyambut Ramadhan 2026, Siap Dikirimkan ke Teman-teman dan Keluarga

Sebelum memasuki bulan suci ramadhan 2026. Ada baiknya kita mengirim pesan manis untuk seluruh orang tersayang.
Habiburokhman Wanti-wanti Ada “Penumpang Gelap” Reformasi Polri: Bisa Saja Eks Pejabat

Habiburokhman Wanti-wanti Ada “Penumpang Gelap” Reformasi Polri: Bisa Saja Eks Pejabat

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mewanti-wanti perihal adanya “penumpang gelap” dalam isu percepatan reformasi Polri. Ia menilai ada pihak-pihak yang
Insanul Fahmi Kecewa Anaknya Sering Ditinggal Wardatina Mawa Kerja: Serahin aja Sama Aku

Insanul Fahmi Kecewa Anaknya Sering Ditinggal Wardatina Mawa Kerja: Serahin aja Sama Aku

Insanul Fahmi curhat kecewa karena anaknya sering ditinggal Wardatina Mawa bekerja hingga tengah malam. Ia berharap bisa membantu mengurus sang anak sementara.

Trending

Habiburokhman Wanti-wanti Ada “Penumpang Gelap” Reformasi Polri: Bisa Saja Eks Pejabat

Habiburokhman Wanti-wanti Ada “Penumpang Gelap” Reformasi Polri: Bisa Saja Eks Pejabat

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mewanti-wanti perihal adanya “penumpang gelap” dalam isu percepatan reformasi Polri. Ia menilai ada pihak-pihak yang
10 Ucapan Menarik Menyambut Ramadhan 2026, Siap Dikirimkan ke Teman-teman dan Keluarga

10 Ucapan Menarik Menyambut Ramadhan 2026, Siap Dikirimkan ke Teman-teman dan Keluarga

Sebelum memasuki bulan suci ramadhan 2026. Ada baiknya kita mengirim pesan manis untuk seluruh orang tersayang.
Ramalan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan zodiak besok, 18 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Simak prediksi soal cinta, karier, dan keuangan lengkap hari ini.
Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 pekan ini yang akan diramaikan dengan sejumlah pertandingan di seri Sentul termasuk penentuan nasib Bandung bjb Tandamata dan Megawati Hangestri tak akan main.
Tak Perlu Dinaturalisasi Lagi, John Herdman Bisa Panggil Eks Juara Liga Belanda Ini ke Timnas Indonesia Buat FIFA Series dan Piala AFF

Tak Perlu Dinaturalisasi Lagi, John Herdman Bisa Panggil Eks Juara Liga Belanda Ini ke Timnas Indonesia Buat FIFA Series dan Piala AFF

Pelatih John Herdman memiliki opsi menarik untuk memperkuat lini serang Timnas Indonesia. Ia bisa memanggil kembali eks juara Liga Belanda yang sudah WNI ini.
Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top skor Proliga 2026 putri, di mana Megawati Hangestri (Jakarta Pertamina Enduro) terancam terdepak dari 10 besar seiring dominasi pemain asing yang tak terbendung.
Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Timnas Indonesia terus gencar memburu pemain keturunan demi meningkatkan daya saing level internasional. Namanya Jawa banget, Neraysho Kasanwirjo masuk radar?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT