News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Video Sepasang Kekasih di Lampung Hina Suku Jawa Viral, Warga yang Marah Hadang Truk yang Dikendarai Keduanya

Video sepasang kekasih asal Lampung viral di media sosial. Bukan karena prestasi, melainkan karena hinaan mereka terhadap Suku Jawa hingga picu kemarahan publik
Selasa, 14 Oktober 2025 - 01:27 WIB
Pelaku menghina Suku Jawa menyampaikan permintaan maaf.
Sumber :
  • Pujiansyah/tvOne

Lampung, tvOnenews.com - Sebuah video sepasang kekasih asal Lampung mendadak viral di media sosial.

Bukan karena prestasi, melainkan karena ujaran kasar dan hinaan mereka terhadap Suku Jawa hingga memicu kemarahan publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat seorang pemuda berinisial MA (21), warga Tanjung Bintang, Lampung Selatan, tengah mengendarai truk fuso bersama kekasihnya, DC (19), warga Bandar Lampung.

Sang wanita yang merekam video dengan santai melontarkan kata-kata kasar dan sebutan tak pantas yang diduga ditujukan kepada Suku Jawa.

Unggahan tersebut langsung menuai reaksi keras di media sosial.

Banyak warganet menilai ucapan keduanya melecehkan dan tidak mencerminkan sikap toleransi di tengah keberagaman suku bangsa Indonesia.

Tak lama setelah video itu viral, warga yang mengenali lokasi keduanya langsung menghadang truk yang mereka tumpangi di wilayah Sukarame, Bandar Lampung.

Pasangan muda itu kemudian diinterogasi warga dan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan, DC dan MA berdalih hanya bercanda, tanpa maksud menghina Suku Jawa.

Namun video tersebut ternyata sudah terlanjur diunggah oleh teman mereka, MV, dan tersebar luas di TikTok.

Untuk meredam kemarahan publik, polisi segera melakukan mediasi antara ketiga pelaku dan perwakilan Paguyuban Suku Jawa (Puja Kesuma) Provinsi Lampung.

Ketua Puja Kesuma, Nuryono, menyampaikan pihaknya menerima permintaan maaf dari pelaku dan mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kedamaian.

"Kami menerima permintaan maaf mereka. Ini jadi pelajaran penting agar semua pihak lebih berhati-hati dalam bermedia sosial," kata Nuryono dikutip, Senin (13/10/2025).

Ketiga pelaku, yakni MA, DC, dan MV, kemudian menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat Indonesia, khususnya kepada Suku Jawa. Mereka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa candaan di dunia maya bisa berujung masalah nyata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bijak dalam berbicara dan bermedia sosial adalah kunci menjaga keharmonisan di tengah kebhinekaan Indonesia. (puj/muu)

tvonenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral