News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Heboh Kapolsek Kediri Aniaya hingga Siram Anak Buah dengan Miras Gara-gara Telat Apel MotoGP, Ini Kronologinya

Seorang Kapolsek di Nusa Tenggara Barat diduga aniaya anak buahnya gara-gara terlambat apel pengamanan MotoGP. Kapolsek Kediri sampai pukul hingga siram tuak...
Rabu, 8 Oktober 2025 - 04:30 WIB
Petugas memberikan penanganan medis kepada Brigadir MNS yang menjadi korban penganiayaan dari Kapolsek Kediri Iptu Pulung di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, NTB.
Sumber :
  • ANTARA/HO-Kuasa Hukum

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang Kapolsek di Nusa Tenggara Barat diduga aniaya anak buahnya gara-gara terlambat apel pengamanan MotoGP.

Bahkan Kapolsek tersebut sampai memukul hingga menyiram tuak atau minuman keras tradisional khas Pulau Lombok pada Jumat (3/10).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adalah Kapolsek Kediri Iptu Pulung Anggara Satria Putra yang diduga menganiaya anggota Polres Lombok Barat Brigadir MNS alias Muhammad Nurul Solihin.

Kini Kapolsek Kediri tersebut dilaporkan anak buahnya ke Polda Nusa Tenggara Barat terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan.
Sumber :
  • Antara

 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat membenarkan adanya laporan tersebut.

"Iya, informasi (lebih jelasnya) ke Kabid Humas (Polda NTB)," katanya di Mataram pada Selasa (8/10/2025).

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid yang dikonfirmasi lebih lanjut melalui sambungan telepon maupun pesan singkat aplikasi WhatsApp belum memberikan tanggapan.

Namun demikian, adanya laporan ini diperkuat dengan keterangan kuasa hukum dari pihak pelapor, Asmuni.

Kronologi Dugaan Penganiayaan oleh Kapolsek Kediri

Fermin Aldeguer di podium juara MotoGP Mandalika 2025
Fermin Aldeguer di podium juara MotoGP Mandalika 2025
Sumber :
  • Reuters

 

Kuasa hukum korban menyatakan bahwa laporan polisi atas dugaan penganiayaan ini masuk ke Polda NTB berdasarkan surat nomor: LP/B/143/X/2025/SPKT/POLDA NTB, tanggal 3 Oktober 2025.

"Pelapor dalam kasus ini pihak keluarga korban (Brigadir MNS)," ujarnya.

Dalam laporan itu, jelas dia, keluarga Brigadir MNS merasa keberatan dengan perbuatan terlapor yang melakukan pemukulan dan penyiraman tuak atau minuman keras tradisional khas Pulau Lombok pada Jumat (3/10).

"Laporan ini kami teruskan ke Polda NTB di malam hari itu juga usai korban mengalami penganiayaan dan penyiraman tuak," ucap Asmuni.

Laporan itu diteruskan ke Polda NTB karena dampak aksi penganiayaan tersebut telah mengakibatkan korban muntah hingga dilarikan ke rumah sakit.

"Ulu hati dan jantungnya, dan kepalanya sakit karena dihantam pakai tangan dan kaki," katanya.

Asmuni menjelaskan aksi penganiayaan dan penyiraman tuak ini bermula dari perbuatan Brigadir MNS yang terlambat datang apel pengamanan MotoGP pada Jumat (3/10) pagi.

Karena terlambat, anggota Satreskrim Polres Lombok Barat tersebut menghadap pihak Propam Polres Lombok Barat.

"Di Propam itu dia langsung diproses," ucap dia.

Karena mengetahui mendapatkan tugas membantu pengamanan di wilayah hukum Kediri, Brigadir MNS beritikad baik menemui Kapolsek Kediri untuk meminta maaf. Tetapi, setibanya di Polsek Kediri, korban disiram tuak dan dihantam oleh terlapor.

"Habis dipukul disiram, korban sempat pulang ke rumahnya ganti pakaian dan kembali tugas ke lapangan. Saat tugas itu, tiba-tiba korban ini jatuh dan sempat muntah-muntah, makanya dilarikan ke Puskesmas Labuapi," ujarnya.

Karena khawatir dengan gejala sesak nafas yang dialami korban, pihak puskesmas memberikan rujukan agar penanganan lebih lanjut dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.

"Hasil rekam medis, jantungnya terganggu. Sampai sekarang korban masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram," kata dia.

Hasil rekam medis tersebut turut menjadi kelengkapan laporan ke Polda NTB. Selain itu, ada juga saksi yang menyaksikan korban mendapatkan perilaku buruk dari terlapor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saksinya ini anggota juga yang mendapat perlakuan sama dari terlapor. Yang bersangkutan (saksi) informasinya sudah memberikan keterangan di Polda NTB," ucapnya. (ant)

tvonenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral