News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap, Pelaku Penusukan di Cilandak, Ternyata Pecandu Narkoba yang Alami Gangguan Jiwa

Fakta baru terungkap di balik kasus penusukan yang terjadi di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Pelaku berinisial RMS alias Yoyo (45) ternyata merupakan
Senin, 6 Oktober 2025 - 21:23 WIB
Terungkap, Pelaku Penusukan di Cilandak Ternyata Pecandu Narkoba yang Alami Gangguan Jiwa
Sumber :
  • tvOnenews - Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com – Fakta baru terungkap di balik kasus penusukan yang terjadi di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Pelaku berinisial RMS alias Yoyo (45) ternyata merupakan pecandu narkoba yang tengah mengalami sakau dan halusinasi berat saat menyerang sejumlah warga pada Minggu (5/10/2025) siang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Koordinator Keamanan RW 03 Cilandak Barat, sekaligus saksi mata kejadian, Johanes Santika (62), mengungkapkan bahwa Yoyo sudah lama hidup dalam ketergantungan obat-obatan.

“Dia memang orang dalam ketergantungan obat. Kalau nggak minum obat bisa langsung kambuh, ngamuk, bahkan kaya orang halu,” kata Johanes saat ditemui, Senin (6/10/2025).

Johanes Santika mengungkapkan, Yoyo sudah sejak usia belasan kecanduan obat-obatan terlarang alias narkotika. Saat ini, usia Yoyo menginjak 45 tahun. Artinya, sudah hampir 30 tahun, Yoyo ketergantungan obat-obatan.

"Sejak remaja, sekolah atau kuliah lah udah salah bergaul dengan teman-temannya yang juga begitu, suka obat-obatan (terlarang)," ujarnya.

Usai menjadi pecandu narkotika, Yoyo sempat menjalani perawatan di RSKO Cibubur dan rumah sakit ketergantungan obat di Dharmawangsa, namun tak tuntas.

Saat ini Yoyo mengonsumsi obat penenang untuk menstabilkan kondisi kejiwaannya, hanya dalam pengawasan keluarganya di rumah.

Namun belakangan terakhir, Johanes Santika menuturkan, Yoyo menolak minum obat karena merasa keluarganya ingin membunuhnya secara perlahan dengab memberikan obat-obatan terus menerus.

“Dia suka bilang, ‘Keluarga pengin bunuh gue, disuruh minum obat terus.’ Padahal itu obat penenang dari dokter,” ujarnya.

Warga sekitar mengaku Yoyo dikenal tenang bila rutin mengonsumsi obat, tetapi berubah agresif ketika kambuh.

“Kalau lagi kambuh, matanya kosong, jalannya kayak zombie. Ngeri banget,” ucap Johanes.

Saat insiden, Yoyo membawa pisau lipat karambit koleksinya dan menyerang empat orang, termasuk kakaknya sendiri, Ketua RT setempat serta asisten rumah tangga keluarga tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Korban yang ditusuk Yoyo sempat dibawa ke RS Fatmawati. Ibunya juga kena cekik, tapi selamat,” jelas Johanes.

“Kalau tidak diawasi, bahaya buat warga lain. Kami berharap ada tindakan tegas, jangan sampai terulang,” tegasnya. (rpi/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral