News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bendera Merah Putih Raksasa Diduga Robek saat Gladi HUT ke-80 TNI di Monas

Bendera Merah Putih raksasa robek saat gladi HUT ke-80 TNI di Monas akibat angin kencang. TNI beri penjelasan dan pastikan puncak acara berjalan lancar.
Jumat, 3 Oktober 2025 - 11:55 WIB
Bendera Merah Putih Raksasa Diduga Robek saat Gladi HUT ke-80 TNI di Monas
Sumber :
  • Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com – Sebuah insiden terjadi dalam gladi rangkaian perayaan HUT ke-80 TNI di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2025). Bendera Merah Putih berukuran besar yang dikibarkan di Tugu Monas diduga robek pada bagian warna merah akibat hembusan angin kencang.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Freddy Ardianzah, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian itu terjadi murni karena faktor alam saat para prajurit melakukan pengibaran dalam sesi latihan upacara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Benar bendera robek bagian warna merah saat akan dikibarkan. Peristiwa ini terjadi saat gladi tanggal 2 Oktober 2025, dikarenakan angin bertiup sangat kencang, ekstrem, di atas 20 knot,” jelas Freddy saat dikonfirmasi, Jumat (3/10/2025).

Disebabkan Angin Ekstrem

Menurut Freddy, kondisi angin di sekitar Monas pada saat itu memang berada di level cukup ekstrem. Hembusan kencang membuat kain bendera raksasa tak mampu menahan tekanan udara, sehingga robek di bagian merahnya.

Ia menegaskan, insiden tersebut adalah hal wajar dalam sebuah gladi atau latihan. Justru menurutnya, latihan rutin ini sangat penting untuk mengantisipasi kendala teknis yang mungkin muncul saat upacara puncak berlangsung.

“Gladi dilaksanakan setiap hari, selain untuk menguji keterampilan prajurit, juga bertujuan mencoba kekuatan dari bahan bendera yang digunakan, termasuk material pendukung lainnya,” ujarnya.

Tujuan Gladi: Antisipasi dan Persiapan

Freddy menekankan, manfaat utama dari gladi adalah memastikan pelaksanaan upacara puncak berjalan lancar dan tanpa hambatan. Dengan adanya insiden bendera robek ini, pihak TNI langsung melakukan evaluasi dan mengganti material agar lebih kuat menahan terpaan angin.

“Itulah manfaat dari gladi atau latihan yang kita laksanakan, agar dalam pelaksanaan pada 5 Oktober nanti berjalan lancar, aman, dan sukses sesuai yang direncanakan,” tambahnya.

Ia memastikan pada gladi bersih yang digelar Jumat (3/10/2025), bendera Merah Putih raksasa berhasil berkibar sempurna meskipun kondisi angin masih relatif kencang. Hal itu berkat penyesuaian pada bahan kain serta material pendukung yang digunakan.

Puncak HUT TNI ke-80 di Monas

Rangkaian perayaan HUT ke-80 TNI sendiri akan mencapai puncaknya pada Minggu, 5 Oktober 2025, di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Upacara militer akan digelar dengan penuh khidmat, disertai beragam atraksi yang melibatkan ribuan prajurit dari tiga matra TNI.

Selain upacara pengibaran bendera, acara juga akan menampilkan:

  • Parade defile pasukan dan alutsista modern.

  • Atraksi udara dan darat yang melibatkan pesawat tempur, helikopter, tank, dan kendaraan lapis baja.

  • Demonstrasi pasukan gabungan TNI.

  • Pertunjukan konser musik yang dapat disaksikan masyarakat umum.

Perayaan tahun ini diprediksi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah HUT TNI, apalagi bertepatan dengan usia TNI yang genap delapan dekade.

Harapan TNI

Meski sempat terjadi insiden kecil dalam gladi, TNI memastikan tidak ada hambatan berarti yang dapat mengganggu jalannya acara utama. Freddy menegaskan, seluruh prajurit dan tim pendukung sudah melakukan persiapan matang, termasuk memastikan kualitas perlengkapan yang akan digunakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pada pelaksanaan puncak nanti, kami pastikan bendera Merah Putih akan berkibar dengan sempurna, sebagai simbol kebanggaan bangsa dan persatuan Indonesia,” tutup Freddy.

Masyarakat pun diundang untuk menyaksikan langsung perayaan HUT ke-80 TNI di Monas, yang akan menjadi momen bersejarah bagi perjalanan panjang Tentara Nasional Indonesia. (nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT