News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap! Bjorka Ternyata Masih Berusia 22 Tahun, Pemuda Pengangguran tapi Otodidak Belajar IT

Polda Metro Jaya ungkap Bjorka ternyata pemuda 22 tahun, pengangguran, otodidak belajar IT, ditangkap karena bobol 4,9 juta data nasabah bank swasta.
Jumat, 3 Oktober 2025 - 07:43 WIB
Pemilik Akun X Bjorka Ditangkap
Sumber :
  • Foe peace simbolon/VIVA

Jakarta, tvOnenews.com – Sosok peretas dengan nama samaran Bjorka kembali jadi sorotan publik. Polda Metro Jaya resmi mengumumkan identitas pria berinisial WFT (22), yang diketahui sebagai pemilik akun X @bjorkanesiaaa.

Fakta mengejutkan, sosok yang diduga Bjorka ini ternyata bukan ahli teknologi informasi, melainkan hanya seorang pengangguran yang otodidak mempelajari dunia IT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, mengungkapkan bahwa WFT ditangkap jajaran Subdit IV Direktorat Reserse Siber setelah diduga membobol 4,9 juta data nasabah sebuah bank swasta.

“Tersangka dengan inisial WFT, laki-laki, usia 22 tahun,” kata Reonald dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (2/10/2025).

Bukan Lulusan IT, Hanya Otodidak

Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, menegaskan bahwa WFT bukanlah sosok yang memiliki latar belakang pendidikan IT. “Dia tidak lulus SMK, bukan ahli komputer. Tapi secara otodidak dia mempelajari IT melalui internet dan komunitas di media sosial,” ungkap Fian.

Sehari-hari, WFT hanya menghabiskan waktu di depan komputer. Sejak 2020, ia mulai mengenal dunia dark web dan dark forum. Dari situlah ia perlahan mempelajari cara mencari uang secara ilegal melalui jual beli data.

“Ya, sehari-hari dia tidak ada pekerjaan. Dari 2020 dia sudah aktif di dark web, belajar sendiri. Pelan-pelan dia mencari cara agar bisa menghasilkan uang dari sana,” tambah AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, Kasubdit IV Siber Polda Metro Jaya.

Hidup di Balik Layar, Menjual Data untuk Bertahan

Dalam aksinya, WFT disebut beroperasi seorang diri tanpa bantuan orang lain. Ia menjual data hasil peretasan di dark web dengan harga puluhan juta rupiah, tergantung kesepakatan dengan pembeli.

Hasil penjualan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Fian Yunus menyebut, kondisi pribadi WFT cukup memprihatinkan. “Dia anak yatim piatu, anak tunggal. Jadi hasil itu dipakai untuk menghidupi keluarganya,” jelasnya.

Meski begitu, polisi belum bisa memastikan apakah WFT benar-benar Bjorka yang sempat menghebohkan Indonesia pada 2022 lalu. “Apakah dia Bjorka 2020? Mungkin. Apakah dia Opposite 6890 yang dicari-cari? Mungkin. Dunia siber itu everybody can be anybody,” kata Fian.

Modus dan Motif Aksi Bjorka

Menurut polisi, motif utama WFT adalah memeras salah satu bank swasta dengan mengunggah database nasabah ke akun X. Namun, rencana pemerasan itu tidak sempat dilakukan karena pihak bank langsung melapor ke polisi.

Kasus ini bermula pada Februari 2025, ketika akun X @bjorkanesiaaa mengunggah data 4,9 juta nasabah bank. Pelaku bahkan sempat mengirimkan pesan ke akun resmi bank dan mengaku sudah meretas database mereka.

Ancaman Hukuman Berat

Akibat aksinya, WFT terancam hukuman berat. Ia dijerat Pasal 46 juncto Pasal 30, dan/atau Pasal 48 juncto Pasal 32, dan/atau Pasal 51 Ayat (1) juncto Pasal 35 UU ITE yang telah diperbarui dengan UU Nomor 1 Tahun 2024, dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda Rp12 miliar.

Selain itu, ia juga dijerat Pasal 65 ayat (1) juncto Pasal 67 ayat (1) UU Perlindungan Data Pribadi dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp5 miliar.

Sosok Bjorka yang Misterius

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penangkapan WFT semakin menambah teka-teki tentang siapa sebenarnya sosok Bjorka yang selama ini dikenal publik. Meski polisi menyebut ada kemungkinan, belum ada bukti kuat yang mengaitkan WFT dengan seluruh aksi Bjorka yang sempat mengguncang dunia maya Indonesia.

Yang pasti, kasus ini kembali membuka mata publik bahwa dunia siber tidak mengenal batas. Siapa pun bisa menjadi peretas, bahkan seorang pemuda pengangguran 22 tahun yang hanya belajar komputer secara otodidak. (nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT