News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

NIP PPPK Paruh Waktu Belum Terbit, Ribuan Calon ASN Kota Mataram Masih Menunggu Kepastian dari BKN

Hingga akhir September 2025, NIP PPPK Paruh Waktu belum juga terbit dari BKN. Ribuan calon ASN Kota Mataram masih menunggu kepastian jadwal resmi.
Rabu, 1 Oktober 2025 - 10:24 WIB
Ilustrasi Tes Calon PPPK Kemenag
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Ribuan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkup Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, masih harus bersabar. Hingga Selasa (30/9/2025), Badan Kepegawaian Negara (BKN) belum juga menetapkan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi para calon pegawai tersebut.

Kepastian soal penetapan NIP yang sangat dinantikan ini kembali menjadi sorotan. Padahal, sesuai jadwal awal, pengumuman resmi NIP PPPK Paruh Waktu seharusnya dilakukan pada 1 Oktober 2025. Namun, hingga sehari menjelang tenggat, belum ada kabar resmi dari BKN.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penetapan NIP Mundur dari Jadwal

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono, menyampaikan bahwa hingga akhir September, pihaknya belum menerima informasi apapun terkait penetapan NIP.

“Akan tetapi sampai hari ini 30 September 2025, belum ada informasi dari Badan Kepegawaian Negara. Jadi kemungkinan jadwalnya mundur,” kata Taufik di Mataram, Selasa.

Ia juga menegaskan bahwa keterlambatan ini berdampak langsung pada proses lanjutan, terutama penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi para calon PPPK.

“Apalagi penyerahan SK, penetapan NIP saja belum ada jadwal pasti,” tambahnya.

Ribuan PPPK Paruh Waktu Belum Pasti

Pemerintah Kota Mataram sebelumnya telah mengusulkan sebanyak 3.078 pegawai non-ASN untuk diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu. Dari jumlah tersebut, hasil verifikasi menyatakan 3.070 orang lolos sebagai calon ASN jalur PPPK Paruh Waktu.

Sementara itu, delapan orang dinyatakan gugur. Beberapa karena meninggal dunia, sementara lainnya tidak bersedia mengisi Daftar Riwayat Hidup (DRH) untuk proses NIP.

Dengan demikian, jumlah calon PPPK Paruh Waktu yang masih menunggu penetapan NIP tetap berada di angka 3.070 orang.

“Semua persyaratan sudah diselesaikan. Kami tinggal menunggu petunjuk teknis dari BKN,” ujar Taufik.

Belum Ada Daerah Serahkan SK

Di tengah simpang siur informasi, sempat beredar kabar bahwa sejumlah daerah sudah menyerahkan SK PPPK Paruh Waktu. Namun, Taufik membantah hal itu.

“Informasi PPPK Paruh Waktu di seluruh Indonesia belum ada perkembangan. Jadi sampai saat ini, tidak ada daerah yang sudah menyerahkan SK,” tegasnya.

Hal ini menegaskan bahwa keterlambatan penetapan NIP PPPK Paruh Waktu bukan hanya dialami Kota Mataram, melainkan juga terjadi secara nasional.

Dampak Keterlambatan Penetapan NIP

Keterlambatan ini jelas membuat ribuan calon ASN merasa gelisah. Penetapan NIP menjadi kunci utama sebelum mereka bisa resmi menerima SK pengangkatan dan mulai bekerja sesuai kontrak PPPK.

Bagi pemerintah daerah, keterlambatan ini juga berimbas pada perencanaan tenaga kerja, terutama karena banyak unit pelayanan publik di daerah yang sudah menunggu kehadiran tenaga baru.

Meski demikian, Pemkot Mataram berharap agar BKN segera mengeluarkan penetapan resmi sehingga ribuan calon ASN paruh waktu bisa segera mendapatkan kepastian.

Menunggu Kepastian dari BKN

Sampai saat ini, BKN memang belum memberikan penjelasan detail terkait alasan mundurnya jadwal. Namun, Pemkot Mataram memastikan seluruh dokumen dan persyaratan calon PPPK telah rampung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami sudah menyerahkan semuanya, sekarang tinggal menunggu keputusan dari BKN,” ujar Taufik.

Dengan jumlah calon PPPK Paruh Waktu yang cukup besar, publik menantikan kabar resmi dari BKN mengenai jadwal penetapan NIP sekaligus kejelasan waktu penyerahan SK pengangkatan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral