News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terkuak Alasan Presiden Prabowo Subianto Pilih Djamari Chaniago Jadi Menko Polkam, Meski Dulunya Dipecat Kini Bicara Hal ini

Presiden Prabowo Subianto punya alasan melantik Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam. Padahal pernah dipecat, tapi kini mengarahkan agar seniornya jadi menteri. Efek apa?
Kamis, 18 September 2025 - 01:53 WIB
Menko Polkam Djamari Chaniago & Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Dodikjur Rindam III Siliwangi & TVR

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto mempunyai alasan melantik Letjen TNI (Purn.) Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Keputusan Presiden Prabowo Subianto melantik Djamari Chaniago untuk menggantikan peran Budi Gunawan yang di-reshuffle sebagai Menko Polkam, Rabu (17/9/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemilihan Menko Polkam tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 96P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Periode 2024-2029.

"Demi Allah, saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti saat mengulang kalimat Presiden Prabowo dikutip,  Kamis (18/9/2025).

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," lanjutnya.

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • BPMI Istana Negara

 

Setelah itu, Djamari Chaniago dan sejumlah menteri hingga wakil menteri yang baru dilantik menandatangani berita acara.

Presiden Prabowo dan para tamu undangan mengucapkan selamat kepada Djamari Chaniago dan beberapa menteri.

Keputusan Presiden Prabowo memilih Djamari mengejutkan publik, ini tak lepas dari rekam jejak keduanya.

Djamari ketika menjabat anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP), ia bertugas memecat Prabowo dari ABRI.

Padahal, keduanya merupakan rekan seperjuangan saat berada di Korps Baret Hijau Kostrad, saat itu Djamari senior Prabowo.

Kala itu, Djamari memimpin Batalyon 330 di Nagrek, sementara Prabowo memimpin Batalyon 328 di Cilodong.

Namun, Djamari harus menjalankan tugasnya menjatuhkan sanksi kepada Prabowo atas kasus penculikan aktivis 1997-1998.

Seiring berjalannya waktu, keduanya bekerja sama, bahkan Presiden Prabowo kini memutuskan Djamari sebagai Menko Polkam.

Rencana Prabowo memilihnya diceritakan oleh Djamari Chaniago saat mengunjungi Kemenko Polkam di Jakarta, Rabu, 17 September 2025.

Djamari Chaniago
Djamari Chaniago
Sumber :
  • Istimewa

 

Kunjungan Djamari saat itu ingin bertemu Wamenko Polkam Lodewijk F Paulu dan pejabat Kemenko lainnya.

Djamari menceritakan komunikasi dirinya tak pernah terputus dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Kebetulan usai Budi Gunawan kena reshuffle, Sjafri Sjamsoeddin menjabat Menko Polkam ad interim.

Menariknya, Purnawirawan TNI AD itu juga mengatakan komunikasinya dengan Presiden Prabowo masih lancar.

Dalam komunikasi tersebut, lanjut Djamari, dirinya dikabarkan ada tugas baru diberikan oleh Presiden Prabowo.

Ia terkejut penugasan barunya karena berurusan kenaikan pangkat. Hal ini disampaikan oleh Prabowo sehari sebelum pelantikan.

"Kapan itu mulainya, saya nggak tahu persis, saya tahunya besok dinaikkan pangkat. Oh ya dihubungi, dihubungi. Syarat tahapannya harus naik pangkat dulu, lalu pelantikan," jelasnya dikutip tvOnenews.com, Kamis (18/9/2025).

Saat di Istana Negara, Jakarta, Rabu sore, ia menyampaikan alasan Prabowo mengarahkan dirinya tak lepas keduanya berlatar belakang militer.

Kata dia, arahan Prabowo agar mewujudkan tujuan bersama, yakni menyatukan bangsa Indonesia dan menyelesaikan berbagai persoalan.

"Arahan dari beliau (Prabowo), 'gunakan sisa umur untuk kepentingan nusa, bangsa, dan negara'," tutur Djamari seusai pelantikan.

"Berapa umur saya ada yang tahu? 77 tahun. Gunakan sisa umur itu untuk tetap mengabdi pada bangsa dan negara," sambungnya.

Djamari akan mempelajari lebih lanjut terkait penugasan dan langkah ke depannya saat mengunjungi kantor Kemenko Polkam di Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya menjabarkannya nanti usai dapat laporan lengkap dari kantor Kemenko Polkam. Kami yang jelas memerlukan dukungan semua, demi kepentingan ke depan kita," tandasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral