GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sketsa Aktivis Senior Terkait Demo Anarkis Indonesia: Negara di Era Presiden Prabowo Semakin Baik

Sebagian publik menilai negara Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Hal ini lantaran karena banyak terjadi demo anarkis di bebagai titik di Indonesia.
Sabtu, 6 September 2025 - 17:16 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Sebagian publik menilai negara Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Hal ini lantaran karena banyak terjadi demo anarkis di bebagai titik di Indonesia.

Namun, berbeda dengan sketsa aktivis senior atau aktivis era 80-an, Syahganda Nainggolan yang menanggapi terkait demo anarkis di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Syahganda Nainggolan menyebutkan negara Indonesia, di era Presiden Prabowo Subianto semakin baik.

Hal itu ia lontarkan ketika ia ditanya di program acara One on One tvOne, terkait ekspresi demokrasi saat ini, dan soal demo anarkis yang membuat negara mencekam.

"Secara relatif, semua harus diukur, sekarang saya lihat semakin bagus (negara semakin baik), jadi relatif semakin bagus," bebernya di program acara One on One tvOne, seperti yang dikutip pada Sabtu (6/9/2025).

"Soal demo anarkis, ini adalah hasil carry over dari masa lalu, kan nggak mungkin, Presiden Prabowo Subianto baru bekerja beberapa bulan, uda ada demo Indonesia Gelap, sesuatu yang tidak puas" lanjutnya menjelaskan.

Bahkan, ia menilai, apa yang dilakukan Presiden Prabowo saat ini adalah melakukan perbaikan dari era masa lalu yang membawa negeri ini kepada keterpurukan yang dahsyat.

"Iya pasti ada gejolak, nggak mungkin ini, dan yang kedua juga Prabowo harus restore order, bagaimana supaya negara berfungsi untuk kepentingan rakyat," ucapnya.

Maka, kata dia, bisa dilihat dari sepuluh tahun lalu, dari kasus-kasus Menteri Agama mau ditangkap, kemudian Menteri Pendidikan sudah ditersangkakan.

"Kemudian, banyak yang bawakan masa lalu, yang membuat suasananya itu negara tidak berfungsi, karena negara kalah sama mafia, koruptor dan lain-lain," jelasnya.

"Nah, sementara hari ini, negara mau direstorasi sama Presiden Prabowo untuk adanya order. Nah, ini kan tidak gampang, orang-orang banyak kecewa dengan Presiden, baik yang terganggu kepentingan bisnisnya maupun orang-orang yang menunggu suatu harapan baru," bebernya.

Kemudian, saat disinggung soal aksi massa yang anarkis pada demo 25 hingga 29 Agustus 2025 itu ditunggangi sekelompok oligarki.

Ia menyebutkan, "Nggak, kalau itu ada dua, jadi yang mulai dari Indonesia Gelap (Februari), kemudian Indonesia Cemas, dan ketau BEM IPB itu kan masih ketemu saya, yang ketua BEM-nya memimpin aksi demo Indonesia Cemas. Itu kan yang orginalnya."

Jadi, ia tegaskan, aksi dalam reserch-nya terkait Indonesia Gelap, bahwa itu aksi kemarahan kaum muda khususnya terhadap situasi ini.

"Memang original, karena Indonesia masih gelap, belum ada lapangan kerja, korupsi, dan instusi negara belum berpihak pada rakyat, itu masih, dan karena kemarin tiba-tiba ada isu flexing pejabat negara, dalam hal ini dpr kemarin dan timbul adanya kesenjangan."

"Nah kesenjangan itu, di dalam dunia media sosial dan di era digital itu, bisa difokuskan, dan bisa meniali ini adalah ini musuh kita. Makanya orang bergerak semua ke DPR," jelasnya.

Namuan, pada aksi tanggal 25 Agustus 2025 itu tidak ada pemimpin aksinya, kata dia, dan tidak ada gerakan yang tersruktur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Maksudnya itu ada BEM SI, atau serikat ini atau apa gitu, itu tidak ada. Nah, ini jadi liar, jadi potensi ditunggangi pasti ada, setiap organisasi yang tidak jelas ornganisasinya," pungkasnya.

Untuk dikehatui, apabila anda ingin mengetahui selanjutnya bisa tonton kanal YouTube tvOnenews di sini. (aag) 
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di balik prestasinya di lapangan voli, Yolla Yuliana juga memiliki kisah asmara menarik. Dari atlet hingga artis, beberapa pria ternama pernah mengisi hatinya.
Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Menuai kritik karena gaya bertarungnya yang mengandalkan gulat, Charles Oliveira akhirnya mengungkap strategi sabar yang membuatnya mengalahkan Max Holloway.
DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan terbitnya Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang berisi
Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Conor McGregor melontarkan kritik pedas kepada Charles Oliveira usai pertarungan perebutan sabuk BMF di UFC 326, menyebut gaya bertarungnya “sangat buruk”.
Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Polda Metro Jaya menghormati keputusan majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang membebaskan Delpedro Marhaen dan tiga terdakwa lain dalam perkara
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA

Trending

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Setelah ditinggal Megawati Hangestri, Red Sparks mengalami penurunan performa di V-League 2025/2026. Kondisi tersebut membuat pelatih Ko Hee-jin mengkritik.
Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkap doa yang dikabulkan Tuhan saat melepas kepergian sang anak. Pesannya menyentuh hati banyak orang.
Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Apakah Anda berencana untuk menggunakan mobil listrik saat mudik? Sebelum berangkat, persiapkan tips berikut ini agar perjalanan Anda menjadi aman dan nyaman.
Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Legenda sepak bola Italia, Luca Toni, mengingatkan Bayern Munich agar tidak meremehkan Atalanta jelang pertemuan kedua tim pada babak 16 besar UEFA Champions League musim ini.
Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/2 Yogyakarta untuk menebar kepedulian kepada sesama dengan mengadakan bakti sosial
Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Komika Pandji Pragiwaksono berharap kasusnya yang diduga menghina suku Toraja dapat diselesaikan melalui restorative justice (RJ). Diketahui, hari ini Pandji
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA
Selengkapnya

Viral