News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ahmad Sahroni Belum Ajukan Pengunduran Diri, DPR Tunggu Proses Resmi

Ahmad Sahroni belum ajukan pengunduran diri dari DPR meski dinonaktifkan NasDem. DPR tunggu proses resmi penghentian gaji dan fasilitas.
Kamis, 4 September 2025 - 10:55 WIB
Politisi NasDem Ahmad Sahroni di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (21/4/2025).
Sumber :
  • Syifa Aulia/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com – Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menegaskan bahwa hingga saat ini Ahmad Sahroni belum mengajukan surat pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Meski telah dinonaktifkan oleh Partai NasDem, Sahroni masih tercatat sebagai legislator secara administratif di Senayan.

“Itu belum (Ahmad Sahroni mundur), nanti kita cek ya,” ujar Saan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Saan, Sahroni saat ini hanya berstatus sebagai kader NasDem yang telah dinonaktifkan dari keanggotaan DPR. Namun, secara hukum, ia masih menunggu proses resmi dari DPR melalui mekanisme Sekretariat Jenderal dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

NasDem Surati DPR Hentikan Hak Sahroni dan Nafa Urbach

Selain Ahmad Sahroni, politisi NasDem lainnya, Nafa Urbach, juga telah dinonaktifkan oleh partai. DPP NasDem telah melayangkan surat kepada fraksi yang kemudian diteruskan ke Sekjen DPR untuk menghentikan seluruh hak keduanya sebagai anggota legislatif.

“Surat sudah diteruskan ke Sekretariat Jenderal DPR. Saat ini proses penghentian gaji, tunjangan, hingga fasilitas masih berjalan di DPR dan MKD,” jelas Saan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum NasDem.

Dengan demikian, meski dinonaktifkan, Sahroni maupun Nafa masih menunggu keputusan administratif untuk benar-benar kehilangan seluruh hak sebagai anggota dewan.

Gelombang Nonaktif Legislator Imbas Sorotan Publik

Penonaktifan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach bukanlah kasus tunggal. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah partai politik menonaktifkan wakil rakyatnya dari kursi DPR RI akibat sorotan publik dan gelombang tuntutan masyarakat.

Selain dari Fraksi NasDem, dua politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eko Patrio dan Uya Kuya juga mengalami hal serupa. Bahkan dari Fraksi Golkar, Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir turut dinonaktifkan dari jabatannya.

Langkah ini diambil partai-partai politik sebagai respons atas meningkatnya tekanan publik yang menilai sejumlah anggota DPR telah kehilangan legitimasi moral dan politik.

Rumah Legislator Dirusak Massa

Situasi semakin memanas setelah kediaman beberapa wakil rakyat menjadi sasaran kemarahan massa. Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, hingga Uya Kuya dirusak dan dijarah. Tak hanya itu, kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani juga turut menjadi sasaran penjarahan.

Peristiwa ini memperlihatkan eskalasi ketidakpuasan masyarakat terhadap elite politik. Gelombang kemarahan publik yang berujung pada aksi perusakan disebut sebagai peringatan keras bagi DPR dan partai politik.

DPR Tunggu Keputusan Resmi

Meski tekanan politik semakin besar, Saan Mustopa menegaskan bahwa mekanisme pemberhentian anggota DPR tetap harus mengikuti aturan perundang-undangan. Pemberhentian baru bisa sah jika melalui prosedur resmi, baik dari partai maupun DPR.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Semua ada mekanismenya. Partai sudah kirim surat, DPR akan memproses sesuai aturan. Jadi tinggal menunggu keputusan resmi,” pungkas Saan.

Dengan kondisi ini, status Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach masih menunggu keputusan akhir DPR, sementara gelombang desakan publik untuk membersihkan parlemen dari wakil rakyat yang dinilai bermasalah terus bergulir. (ant/nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT