News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Tengah Kisruh Kemnaker, Menaker Yassierli Ungkap Jurus Besar Dongkrak Produktivitas Pekerja Indonesia

Meski Kemnaker diterpa gonjang ganjing, Menaker Yassierli tegaskan fokus pemerintah adalah meningkatkan produktivitas pekerja lewat pembentukan Lembaga Produktivitas Nasional.
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 18:15 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com – Di tengah sorotan publik terhadap gonjang-ganjing di internal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan fokus pemerintah tetap pada peningkatan produktivitas pekerja Indonesia.

Menurut Yassierli, produktivitas tenaga kerja di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata negara Asia. Karena itu, pemerintah berkomitmen membentuk Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) sebagai pusat akselerasi dan pengembangan ekosistem produktivitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tahun 2025 fokusnya adalah membangun perusahaan, mempublikasikan ekosistem produktivitas nasional, dan menghadirkan LPN atau Lembaga Produktivitas Nasional. Tujuannya mempercepat, mengembangkan, sekaligus memperkenalkan pengetahuan tentang produktivitas,” kata Yassierli dalam PYC International Energy Conference 2025 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Sabtu (23/8/2025).

Produktivitas Indonesia Masih Rendah

Menaker menilai isu produktivitas merupakan pekerjaan rumah besar bagi Indonesia. Ia mengungkap dalam 10 hingga 20 tahun terakhir, perkembangan produktivitas tenaga kerja nasional relatif stagnan.

“Produktivitas harus jadi fokus. Kita membangun ekosistem produktivitas mulai dari manusia, pola pikir, cara bekerja, budaya, hingga sistem pendukungnya,” ujarnya.

Libatkan Perguruan Tinggi dan Sektor Prioritas

Dalam roadmap yang disiapkan Kemnaker, pada 2026 pemerintah akan menggandeng universitas untuk membentuk pusat-pusat produktivitas. Upaya ini juga diarahkan pada sektor prioritas yang selama ini memiliki produktivitas rendah namun menyerap banyak tenaga kerja.

“Pemerintah tidak bisa sendirian. Tahun depan kami akan berkolaborasi dengan universitas untuk membangun pusat produktivitas, sekaligus menentukan sektor-sektor prioritas yang akan difokuskan,” jelas Yassierli.

Menuju Indonesia Emas 2045

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program pengembangan produktivitas ini akan berlanjut hingga 2027 dan 2028. Yassierli menegaskan bahwa peningkatan produktivitas menjadi kunci menuju target Indonesia Emas 2045.

“Kami berharap produktivitas bisa meningkat signifikan. Berdasarkan laporan, agar mencapai Indonesia Emas 2045, produktivitas nasional harus naik 2,8 kali lipat,” pungkasnya. (nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT