News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Perempuan 19 Tahun Asal Deli Serdang Pamit Kerja di Bank, Malah Dikabarkan Tewas di Kamboja

Perempuan asal Deli Serdang, Nazwa Aliya (19) meninggal dunia saat berada di Kamboja setelah sebelumnya sempat pamit pada ibunya akan bekerja di bank di Medan.
Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:46 WIB
Kronologi Perempuan 19 Tahun Asal Deli Serdang Pamit Kerja di Bank, Malah Dikabarkan Tewas di Kamboja
Sumber :
  • Tangkapan layar tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang perempuan asal Deli Serdang, bernama Nazwa Aliya (19) meninggal dunia saat berada di Kamboja setelah sebelumnya pamit kepada ibunya akan bekerja di bank di Medan.

Nazwa sebelumnya sempat pamit kepada ibunya untuk menjalani tes interview di sebuah bank. Tak disangka, tiba-tiba sang ibu mendengar kabar anaknya sudah berada di Bangkok, dan malah meninggal di Kamboja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, ibu Nazwa, Lanniari Hasibuan mengatakan kronologi anaknya sampai ditemukan tewas di Kamboja.

Saat itu adalah tanggal 27 Juli 2025. Nazwa pamit kepada sang ibu untuk melakukan interview di salah satu bank bersama teman-temannya di sekolah.

Nazwa kemudian pulang ke rumah pada Selasa sore. Ketika anaknya pulang, ibunya bertanya bagaimana tes yang ia jalani.

"Rabu malam, malam Kamis, dia kasih tahu dengan saya, 'Ma, ujiannya sukses, panggil lagi besok pagi,' okelah, saya bilang. Tapi saya kasih tahu ke dia berhati-hati karena sekarang banyak penipuan-penipuan," kata Lanniari, dikutip Selasa (19/8/2025).

Entah kenapa, Lanniari merasa ada yang aneh dengan tes yang tengah dijalani anaknya itu.

Apalagi sebelum anaknya mengabarkan ujiannya berjalan lancar, ia sempat melihat berita soal orang yang ditipu bekerja dan dibawa ke Kamboja.

Ia pun menceritakan hal itu kepada anaknya, dengan tujuan agar Nazwa berhati-hati.

Nazwa pun menenangkan sang ibu, karena tes pekerjaan yang ia jalani dilakukan bersama teman-temannya.

Pada Kamis pagi, sekitar pukul 04.00 WIB sampai 05.00 WIB, Lanniari sempat mendengar anaknya bersiap-siap pergi.

Namun, saat itu ia tidak curiga dan Kembali beristirahat. Setelah ia bangun, dirinya melihat anaknya berpesan bahwa kuncinya ditinggal di jendela karena dia sudah pergi.

"Udah itu, siangnya saya telp dia angkat, katanya enggak usah telepon, SMS aja. Macam mana, jam berapa pulang? Saya tanya dia. Hati udah enggak enak aja memang," katanya lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sampai sore hari sekitar pukul 18.30 WIB, anaknya belum juga pulang ke rumah.

Sampai akhirnya setelah maghrib, Nazwa memberi tahu ibunya bahwa ia sedang berada di Bandara Bangkok.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral