News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Benih Inovatif Jadi Strategi Baru Pertanian Berkelanjutan

Petani juga ikut berperan dalam proses penangkaran benih hingga proses sortasi dan pengemasan, menjadikan mereka bagian integral dari ekosistem distribusi benih GRLJ.
Minggu, 20 Juli 2025 - 21:41 WIB
Ilustrasi Pertanian
Sumber :
  • pixabay

Jakarta, tvOnenews.com - Gemah Ripah Loh Jenawe (GRLJ) menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi dan pertanian berkelanjutan dalam sektor agrikultur nasional.

Sebagai perusahaan agrikultur, GRLJ menjadi pelopor dalam perizinan produksi benih penutup tanah (cover crop) di Indonesia, bahkan menjadi perusahaan pertama yang memperoleh izin tersebut, berdasarkan hasil evaluasi resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih dari satu dekade, GRLJ telah aktif melayani kebutuhan sektor pertanian dan perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia selama lebih dari satu dekade.

Dengan legalitas lengkap, termasuk Surat Izin Usaha Produksi Benih Tanaman Perkebunan yang diterbitkan pada 29 Oktober 2019, GRLJ terbukti konsisten dan profesional dalam menjalankan usaha trading dan penangkaran benih berstandar nasional.

Direktur utama GRLJ Hezkia Malmsteen mengatakan bahwa perusahaannya hadir untuk memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan.

 “Kami hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan benih berkualitas serta memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan di Indonesia,” ujar Hezkia.

Produk yang dihasilkan GRLJ mencakup berbagai varietas unggul cover crop seperti Pueraria javanica (PJ), Mucuna bracteata (MB), Calopogonium mucunoides (CM), Calopogonium caeruleum (CC), Centrosema pubescens (CP), dan Mucuna cochinchinensis (MC). 

Semuanya pun telah memenuhi syarat viabilitas daya tumbuh tinggi, telah diuji melalui laboratorium resmi, serta melewati proses sortasi yang sangat ketat untuk memastikan kemurnian, kualitas, dan daya adaptasi yang maksimal di lapangan.

Bekerja sama dengan petani lokal

Selain fokus pada kualitas, pendekatan perusahaan ini juga menyentuh aspek sosial melalui kolaborasi denga petani binaan di wilayah Jawa Timur, khususnya di kawasan dan area hutan produksi Perum Perhutani. 

Program ini dikembangkan dalam sinergi dengan organisasi dan komunitas seperti OPR (Organisasi Petani Rehabilitasi) dan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan). 

Melalui program tersebut, para petani dibekali pelatihan teknis, bibit unggul, serta akses pemasaran nasional. 

Prinsip pertanian berkelanjutan tidak hanya diterapkan pada produk, tapi juga dalam model distribusi dan kemitraan.

Petani juga ikut berperan dalam proses penangkaran benih hingga proses sortasi dan pengemasan, menjadikan mereka bagian integral dari ekosistem distribusi benih GRLJ.

Salah satu perwakilan Organisasi Petani Rehabilitasi (OPR) mengatakan bahwa petani tidak hanya menjadi pekerja lapangan, tapi juga menjadi pelaku utama rantai pasok yang berdaya.

Selain itu, Ketua KUPS Mandiri Jaya, Siti Nurjanah, juga menyebut bahwa kemitraan bersama GRLJ meningkatkan pendapatan petani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“GRLJ hadir bukan hanya sebagai perusahaan, tetapi sebagai keluarga yang tumbuh bersama kami,” ujarnya.

Dengan memadukan legalitas, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat, GRLJ menghadirkan solusi nyata dalam menjawab tantangan sektor agrikultur modern sekaligus membangun fondasi kuat bagi pangan tangguh dan ramah lingkungan. (awy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral