News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dua Pengamen Cilik Viral Bikin Lagu Kritik Jokowi, Orang Tua: Pernah Didatangi Polisi Disuruh Hapus Lagunya

Viral di media sosial, dua orang pengamen cilik yang membuat lagu mengkritik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Orang tuanya mengaku pernah didatangi polisi
Senin, 23 Juni 2025 - 12:29 WIB
Dua Pengamen Cilik Viral Bikin Lagu Kritik Jokowi
Sumber :
  • Instagram @info_indonesia.id/YouTube tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Dua pengamen cilik kembali viral di media sosial gara-gara membuat lagu yang mengkritik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan isu soal ijazah yang kini tengah berkembang.

Diketahui, dua pengamen perempuan itu berusia 12 dan 14 tahun, merupakan kakak adik berasal dari Deli Serdang, Sumatera Utara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Orang tua keduanya, Supiyanto mengungkapkan kedua anaknya itu memang suka membuat lagu berdasarkan isu yang sedang viral di media sosial.

"Idenya kan orang itu lihat TikTok, lihat berita yang viral, baru dibikin lah lagunya. Mana yang viral beritanya, itu yang dibikin," kata Supiyanto, dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Senin (23/6/2025).

Ia menjelaskan, setiap ingin membuat lagu, kedua anaknya selalu bertanya kepada dirinya.

"Kadang kalua lagi ada saya, 'oh ini viral Pak. Saya bikin lagunya,' ya sesuka hati kalian lah," kata Supiyanto menceritakan tentang kedua putrinya.

Menurut Supiyanto, ide membuat lagu tersebut berasal asli dari kedua anaknya tanpa disuruh pihak manapun.

Namun, terkadang memang ada netizen yang berkomentar meminta agar dua seniman cilik itu membuat lagu soal isu-isu tertentu.

"Cuman ada juga kan yang komen, bikin lagu ini, Dik lagi viral beritanya. Ya, dibuat sama anak-anak ini," katanya.

Meski demikian, di video yang viral dua anak itu juga mengaku bahwa sempat didatangi polisi karena karya kritisnya.

Menurut sang ayah, kejadian didatangi polisi itu adalah sekitar dua tahun lalu gara-gara lagu berjudul Kejamnya Ibu Tiri, Lebih Kejam Pak Jokowi.

Polisi yang mendatangi kedua anaknya mengaku disuruh langsung oleh Kapolri.

"Itu kan kami disuruh hapus lagunya. Waktu pertama kali datang, waktu mencari alamat kami, katanya perintah Pak Kapolri. Baru siangnya orang itu kan datang lagi, jadi lagunya yang di video itu disuruh hapus," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, lagu terbaru yang viral dari dua seniman cilik ini menyinggung soal ijazah Jokowi.

Melalui sebuah video, dua remaja itu mengungkapkan bahwa menerima banyak komentar bahkan mengancam guru mereka.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral