News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ramai-ramai Pemuda Geruduk Kantor Wilayah Ditjenpas Sumut, Desak Napi Narkoba Asal Aceh Direlokasi

Ramai-ramai Jaringan Pemuda Peduli Sumatera Utara geruduk Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara (Ditjenpas Sumut), Kota Medan.
Kamis, 19 Juni 2025 - 20:52 WIB
Ramai-ramai Pemuda Geruduk Kantor Wilayah Ditjend Pas Sumut, Desak Napi Narkoba Asal Aceh Direlokasi
Sumber :
  • istimewa

Medan, tvOnenews.com - Ramai-ramai Jaringan Pemuda Peduli Sumatera Utara geruduk Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara (Ditjenpas Sumut), Jalan Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan, Kamis (19/6/2025).

Mereka menuntut para napi narkoba asal Aceh yang ada di Sumatera Utara agar Direlokasi dari Sumatera Utara (Sumut).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terutama mereka mereka napi narkoba, pulangkan mereka ke asal mereka," teriak massa aksi.

Kordinator Lapangan, Mikael mengatakan, aksi mereka merupakan kegiatan yang menjadi salahsatu isu penting di tengah masyarakat Sumut.

"Aspirasi ini kami bawa dari isu yang beredar di lapangan bahwa banyak sekali napi narkoba di Lapas Sumut," beber Mikael.

Terpisah, Rindra Wardhana selaku Kabid Perawatan, Keamanan dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Ditjenpas Sumut, yang menerima massa aksi menyampaikan, bahwa tuntutan Jaringan Pemuda Peduli Sumatera Utara meminta napi narkoba asal Aceh dikembalikan ke Aceh.

"Namun kan, saat ini kan adanya moratorium terkait pemindahan napi ke Aceh. Wajar saja kalau mereka tidak paham hal itu," jelas Rindra Wardhana.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa massa aksi menganggap narkoba di Sumatera Utara ini karena orang-orang Aceh.

"Ya, mereka mendesak napi-napi yang ada di Sumut asal Aceh dikembalikan ke Aceh," bebernya.

"Sebab, mereka menganggap warga binaan yang ada di lapas ini, lebih banyak orang Aceh, kasus-kasus narkoba itu kan, jadi mereka menganggap seperti itu," lanjutnya.

Kemudian disinggung soal tanggapan pihak Kantor Wilayah Ditjend Pas Sumut terkait desakan massa tersebut.

Kata dia, pihaknya menampung aspirasi dan pihaknya akan sampaikan kepada pimpinan. 

"Bahkan, kami sampaikan juga kepada mereka, bahwasanya memindahkan warga binaan itu tidak semudah mereka tuntut, kan ada proses asesmen, sidang TPP dan sebagainya, belum lagi termasuk biaya, itu yang kita sampaikan," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, saat disinggung soal besaran biaya pemindahan, ia ungkapkan, bahwa biaya pemindahan berasal dari pusat.

"Istilahnya tahapan itu juga kita sampaikan ke mereka (massa aksi) tetapi mereka maunya secepatnya warga binaan asal Aceh dipindahkan ke Aceh," jelasnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT