News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Pilu Pedagang Kurban: GRIB Sebut Tanah Sudah Diurus Sampai Lurah, Tapi Kenapa Tiba-Tiba Harus...

Pedagang kurban disuruh angkat kaki dari lahan yang disewa via ormas GRIB. BMKG klaim tanah milik negara. Konflik makin pelik, siapa pemilik sahnya?
Kamis, 29 Mei 2025 - 09:53 WIB
Pedagang hewan kurban di lahan BMKG yang dikuasai GRIB Jaya
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Sebuah kisah dramatis menyelimuti kawasan Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Pedagang hewan kurban, Ina Wahyuningsih, mengira telah menemukan tempat strategis untuk berjualan. Namun siapa sangka, lapak impiannya justru berubah menjadi ladang konflik yang melibatkan ormas besar, sengketa tanah, hingga lembaga negara seperti BMKG.

Semua bermula dari lahan kosong yang tampak menggiurkan. Tak ada plang peringatan, tak ada pagar besi. Hanya tanah lapang dan sebuah pos kecil yang dijaga ormas GRIB Jaya—organisasi massa yang dipimpin oleh tokoh kontroversial, Rosario de Marshal alias Hercules.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ya, di mana ada lahan kosong itu yang saya cari. Kebetulan kemarin saya lihat lahan kosong ya masuk ke dalam. Ternyata ada pos ormas,” ujar Ina, Kamis (29/5/2025).

Ina pun bertanya kepada mereka, bagaimana prosedur untuk bisa menyewa lahan tersebut. Dari sana, sebuah pengakuan mengejutkan muncul. Pihak ormas mengklaim bahwa mereka memiliki kuasa dari ahli waris atas lahan itu—sebuah pernyataan yang kemudian dijadikan dasar untuk menyewakan tanah tersebut kepada para pedagang.

“Mereka bilang, mereka itu kuasa ahli waris. Jadi mereka berhak untuk menyewakan semuanya,” tuturnya.

Tak ingin kehilangan kesempatan emas di musim kurban, Ina menyepakati harga yang disebut pihak ormas. Setelah proses tawar-menawar, disepakati nilai Rp22 juta, sudah termasuk biaya koordinasi hingga ke tingkat RT, RW, kelurahan, bahkan Babinsa.

“Minta Rp25 juta, akhirnya nego. Deal-lah di angka Rp22 juta dengan bahasa mereka semua koordinasikan semuanya. Include. Saya setuju, tapi saya lunasi setelah uang sapi turun,” lanjutnya.

Namun mimpi manis itu tak berlangsung lama.

BMKG—pemilik sah lahan tersebut—turun tangan. Setelah mengetahui area itu dipakai untuk kepentingan komersial, BMKG memberi tenggat kepada para pedagang: boleh berjualan hingga tanggal 8, setelah itu area harus kembali steril.

“BMKG kasih keringanan tetap jualan sampai tanggal 8. Tanggal 8 harus kembali kondusif, rapi,” kata Ina dengan nada pasrah.

Kondisi ini membuat Ina menyoroti keberadaan ormas di lapangan. Ia menyebut para oknum ormas tersebut hanya memanfaatkan situasi karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Mereka enggak ada pekerjaan. Mau enggak mau seperti itu jadi kita yang kena imbas. Tapi kalau ditangkap, apakah mereka bisa dapat kerja? Kalau enggak, ya seperti itu lagi. Jadi saya imbau pemerintah, kalau mau basmi preman, harus sediakan lahan kerja juga,” pungkasnya.

Menanggapi kontroversi ini, pihak GRIB Jaya melalui Ketua Tim Hukum dan Advokasi, Wilson Colling, membantah adanya unsur pidana. Menurutnya, lahan tersebut masih bersengketa, sehingga klaim menyewakan atas nama ahli waris sah-sah saja dilakukan.

“Ahli waris saya lahir di situ, tumbuh besar, dan rumahnya di situ. Jadi kalau mereka bilang, ‘ini tanah saya dan saya izinkan disewa’, ya sah. Di mana pidananya?” ujar Wilson.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kisruh kepemilikan lahan di Indonesia bukan fenomena baru, namun keterlibatan ormas dan dampaknya terhadap masyarakat kecil seperti pedagang musiman menambah lapisan masalah yang pelik. 

Siapa pemilik sah lahan ini? Bagaimana negara menyikapi “penguasaan” ormas atas tanah yang bersengketa? Jawaban atas pertanyaan itu harus segera ditemukan—sebelum kisah seperti Ina terulang kembali. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

FIFA Beri Lampu Hijau, 4 Pemain Naturalisasi Baru Ini Akan Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Lawan Oman?

FIFA Beri Lampu Hijau, 4 Pemain Naturalisasi Baru Ini Akan Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Lawan Oman?

FIFA membuka peluang empat pemain keturunan memperkuat Timnas Indonesia saat lawan Oman di FIFA Matchday Juni 2026, mereka bisa jadi senjata baru skuad Garuda.
Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi Bakal Dipanggil John Herdman untuk Lawan Oman di FIFA Matchday Juni, Siapa Saja?

Prediksi 23 pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday Juni 2026, John Herdman siapkan nama baru, namun ada dua pemain skuad Garuda yang dipastikan absen.
Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia disebut memiliki peluang untuk dapat memperkuat posisi sebagai negara yang mandiri di tengah tak menentunya geoekonomi dan geopolitik global dalam kurun waktu belakangan ini.
Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Kasus dugaan malapraktik di RS Muhammadiyah Medan yang menyasar seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Mimi Maisyarah turut menyita perhatian publik.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 

Trending

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Cuaca panas ekstrem saat ibadah haji bisa merusak obat. Simak cara aman menyimpan obat agar tetap efektif dan tidak berisiko bagi kesehatan jemaah.
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
Selengkapnya

Viral