News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Temui Gibran di Solo, Zulhas: Jangan Salahkan Presiden Soal Wacana 3 Periode

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, meminta jangan salahkan presiden (Jokowi), terkait upayanya bersama sejumlah partai yang mendukung Jokowi tiga periode.
Senin, 28 Maret 2022 - 10:20 WIB
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, saat bertemu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Sumber :
  • Tim tvOne - Efendi Rois

Solo, Jawa Tengah - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, meminta jangan salahkan presiden (Jokowi), terkait upayanya bersama sejumlah partai (Golkar dan PKB) yang mendukung Jokowi tiga periode. 

Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas, usai melakukan pertemuan tertutup dengan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, di Lodji Gandrung, rumah dinas walikota Solo, Senin (28/3/2022). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Zulhas, yang setuju (Jokowi 3 periode) itu dirinya (PAN) , PKB, dan Golkar. Namun masih banyak yang belum setuju, sehingga belum bisa jalan. 

"Jadi tolong jangan salahkan bapak Presiden, karena ini (Jokowi 3 periode) urusan partai-partai. Yang setuju itu saya, PKB, Golkar, banyak yang belum setuju. Kalau yang tidak setuju banyak kita tidak bisa jalan. Tapi kalau setuju semua baru mungkin, " Kata Zulkifli Hasan

Sementara itu, disinggung terkait kabar bahwa PAN akan mendapat jatah satu menteri dan wamen, Zulhas, mengatakan itu urusan presiden dan hak prerogatif presiden. 

"Soal resafel itu urusan presiden, itu hak prerogatif presiden, saya Ketua MPR, jadi tidak boleh ikut campur, " pungkasnya 

Ditanya soal resafle, Zulhas bilang itu urusan presiden itu hak orerigatif presiden, saya Ketua MPR, jadi tdk boleh ikut campur, " pungkasnya sambil berjalan menuju mobil. 

Kedatangan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, ke Solo, menemui Gibran ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang dilakukannya di Solo Raya, untuk konsolidasi internal (kader dan pengurus PAN di daerah) membahas perkembangan politik akhir-akhir ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kadang-kadang marah marah di media nyinyir itu tidak menyelesaikan masalah. Lebih bagus seperti ini, silaturahim menyampaikan pikiran-pikiran kita itu akan banyak bermanfaat. Kalau yang berhasil pemerintah yang senang rakyat. " 

Selain konsolidasi internal, Zulhas, juga menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh termasuk dua ormas besar di Indonesia NU dan Muhammadiyah. (Efendi Rois/Buz)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT