News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Aduan Investasi Bodong Mandeg, Korban Sambangi Kantor OJK

datang memprotes OJK mempertanyakan aduan mereka yang sudah mati suri sejak tahun 2022.
Rabu, 21 Mei 2025 - 10:23 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Salah satu program Presiden Prabowo Subianto dalam masa pemerintahan adalah membuka banyak lapangan pekerjaan melalui investasi asing yang masuk ke Indonesia, namun faktanya berbanding terbalik karena di Indonesia ternyata banyak pelaku investasi bodong yang merajalela

Lantas atas hal itu LQ Indonesia Law Firm yang menjadi kuasa hukum para korban pada kasus obligasi UOB Kay Hian Pte dan UOB Kay Hian Sekuritas datang memprotes OJK mempertanyakan aduan mereka yang sudah mati suri sejak tahun 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Agenda kami hari ini mendatangi OJK karena pengaduan kami di OJK sudah mati suri sejak 2022, kami mempertanyakan kenapa OJK tidak menggubris pengaduan kami dengan baik dan kami mendapatkan sambutan yang kurang baik dari OJK, ini lembaga macam apa," ujar Surya La Ode Surya (19/5/2025) di Gedung OJK di lapangan Banteng Jakarta Pusat. 

Nathaniel Hutagaol SH MH selaku kuasa hukum juga menambahkan.

"Kami juga sebelumnya sudah bersurat untuk beraudiensi namun apa daya surat kami tidak mendapat respon, sehingga saya mempertanyakan apa tugas fungsi OJK dibentuk di republik ini, karna sampai hari ini aduan kami belum mendapatkan kepastian hukum bahkan kami tidak tahu sudah sejauh mana aduan ini ditindak lanjuti oleh OJK," ujar Nathaniel.

Nathaniel Hutagaol menegaskan bagaimana bisa pemerintah Indonesia ingin mendatangkan investasi asing ke Indonesia kalau masih para pelaku investasi bodong. "Saya melihat OJK sekarang bukan lagi Otoritas Jasa Keuangan melainkan Otoritas Jasa Keamanan buat pelaku investasi bodong," terang Nataniel.

"Kita berharap kepada para anggota DPR RI agar melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap OJK kalau perlu dibawa ke angket saja, karena kami merasa OJK ini tidak ada gunanya, aduan kami dari 2022 saja tidak digubris kok, buat apa kami mengadu, 3 tahun waktu kami terbuang sia sia di OJK ini," tambahnya lagi. 

Ali Amsar Lubis menyatakan OJK dan Penyidik Polda Metro Jaya harus berani membongkar kasus ini.

"Kami berharap penyidik dan OJK harus membongkar kasus ini, jangan hanya bermain di ranah umum, tapi tidak masuk ke inti kasus, sebab ada pengurus UOB Kay Hian Sekuritas memberikan izin kepada beberapa perusahaan untuk menghimpun dana masyarakat yang tidak memiliki izin, kami memiliki bukti siapa yang menandatanganinya dan sudah kami serahkan bukti tersebut ke Penyidik dan OJK, sekarang tergantung Penyidik dan OJK berani tidak menegakkan hukum, kita lihat udah 3 tahun kan nggak ada keberanian menjalankan tugasnya,” tegas Ali.

Sakti Manurung, turut menyampaikan bahwa peran maupun fungsi dibentuknya OJK sudah jelas diatur dalam Undang-Undang, namun mengapa pada prakteknya dalam perkara ini kami tidak melihat hal itu. 

"Jangan seperti macan yang tidak mempunyai taring, omong kosong percuma kalau hanya pencitraan/teori lebih baik dibubarkan saja OJK," tegas Sakti Manurung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini ada masyarakat datang mengadu, tapi bertahun-tahun kami tidak ada melihat tindakan yang nyata, tunjukan kepada para korban, buktikan kualitasnya, kalau OJK kebingungan tidak mengerti duduk materi permasalahan ini, silahkan datang ke kami agar kami ajari kalian", kalau seperti ini kami mempertanyakan seleksi dan kualitas pegawai OJK," tambahnya lagi. (ebs)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral