News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dukung Pemilu E-voting 2024, Kominfo Pasang Dua Satelit 

una mendukung kesiapan infrastruktur Pemilu 2024 dengan digitalisasi E-voting, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate mengatakan, pihaknya akan memasang dua satelit.
Jumat, 25 Maret 2022 - 19:43 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate, di Badung, Bali, Jumat (25/3/2022).
Sumber :
  • tim tvOne - Aris wiyanto

Badung, Bali - Guna mendukung kesiapan infrastruktur Pemilu 2024 dengan digitalisasi E-voting, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate mengatakan, pihaknya akan memasang dua satelit yakni High Throughput Satellite (HTS)  dengan 150 GB/s dan satu HTS buatan Thales Alenia Space dengan 150 GB/s

"dua satelit high throughput satellite yang diletakkan di orbit pada tahun 2023. Yang pertama satelit 150 GB per second boing 150 itu akan diletakkan di orbit bulan Maret 2023 dan beroperasi sekitar bulan Juni. Lalu satelit (kedua) satelit 150 GB buatan Thales yang akan diletakkan di orbit bulan Juni dan beroperasi komersial bulan Desember 2023," kata dia, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (25/3/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua satelit tersebut bisa memberikan dukungan  layanan WiFi bagi Komisi Pemelihan Umum (KPU) di  daerah dan diharapkan peletakan satelit di orbit tidak terganggu dan terhalangi baik dalam proses pembuatannya hingga proses peluncuran.

"Bila, itu semuanya dapat berjalan dengan baik. Maka sudah tersedia 300 GB/s per second satelit yang mampu mendukung KPU,  (untuk) kegiatan nasional. Setelah itu, bisa kita gunakan untuk kepentingan yang lain yang  besar," ujarnya.

"Tapi, kalau hanya untuk pemilu, infrastruktur WiFi tersedia. Infrastruktur blockchai juga demikian tahun 2022 paling lambat pertengahan 2023 itu jaringan fiber optic itu sudah ada tambahan 12 ribu kilo meter di darat dan di laut yang dibangun oleh Kominfo," jelasnya.

Ia juga menyebutkan, untuk infrastruktur blockchain akan menghubungkan jaringan fiber optic dan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dan kalau memang BTS nantinya belum tersedia dan di situ ada blank spot atau titik kosong jaringan telekomunikasi masih ada setelit untuk menghadirkan WiFi.

"Itulah gunanya satelit. Jadi kalau ditanya dari kesiapan infrastruktur nanti di tahun 2024 Bulan Februari pada saat pemilihan umum, iya infrastruktur kita mudah-mudahan sudah cukup siap untuk memberikan dukungan. Yang menjadi persoalan adalah kesiapan masyarakat untuk menerima hasil pemilu yang menggunakan digital ini dari sisi legitimasinya," ujarnya. (Aris Wiyanto/ito) 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT